Mobil Nasional Bakal Masuk PSN? Istana Bocorkan Kejutan yang Bikin Penasaran!

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:50 WIB
Mobil Nasional Bakal Masuk PSN? Istana Bocorkan Kejutan yang Bikin Penasaran!

Progres Mobil Nasional: Istana Janjikan "Kejutan" dan Sinyal Masuk PSN

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi masih menahan informasi terkait perkembangan terkini proyek mobil nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, Istana menjanjikan adanya kejutan positif mengenai kemajuan kendaraan buatan dalam negeri ini.

Mensesneg: "Sabar Dulu, Nanti Ada Waktunya"

Menanggapi pertanyaan mengenai update proyek mobil nasional, Prasetyo Hadi meminta publik untuk bersabar. "Sabar dulu. Sabar dulu, nanti ada waktunya," ujarnya di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Pernyataan ini disampaikan sembari mengisyaratkan akan ada perkembangan mengejutkan yang akan diumumkan kemudian.

Sinyal Kuat Mobil Nasional Masuk Proyek Strategis Nasional

Sebelumnya, Istana telah memberikan indikasi kuat bahwa mobil nasional akan dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Sinyal positif ini tidak hanya disampaikan Mensesneg, tetapi juga didukung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah mengajukan usulan formal.

"Nanti kita lihat, rasa-rasanya masuk PSN," tegas Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Rapat Koordinasi dan Persiapan Infrastruktur

Pemerintah telah menggelar serangkaian rapat koordinasi membahas kelanjutan proyek mobil nasional, termasuk pembahasan mengenai usulan memasukkan program ini dalam PSN. Meski demikian, detail konsep implementasi proyek, termasuk kemungkinan pelaksanaan melalui Danantara, masih ditutup rapat.

"Nanti pada waktunya kita sampaikan. Mohon doanya aja, kita tetapkan dulu, cita-cita dan target bahwa kita harus bisa dan mampu memproduksi mobil buatan anak bangsa sendiri," pungkas Prasetyo menutup pembicaraan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar