Lapas Ngawi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Massal untuk Warga Binaan
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan massal bagi 200 warga binaan pada Kamis (30/10). Pemeriksaan ini berfokus pada deteksi dini penyakit menular seperti TBC dan HIV di lingkungan lapas.
Metode Pemeriksaan Kesehatan di Lapas Ngawi
Pemeriksaan dilakukan melalui metode Active Case Finding menggunakan dua tahap utama: pemeriksaan Chest X-Ray (CXR) untuk rontgen dada dan dilanjutkan dengan tes darah. Seluruh proses berjalan tertib dengan pendampingan petugas lapas dan tenaga medis.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesehatan Warga Binaan
Program ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan Kementerian Kesehatan RI. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dan puskesmas setempat sebagai bentuk komitmen terhadap layanan kesehatan optimal di lembaga pemasyarakatan.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Menular di Lingkungan Lapas
Kasi Binadik & Giatja Lapas Ngawi, Devy Puji Astuti, menekankan bahwa deteksi dini penting untuk mencegah penularan dan memastikan warga binaan memperoleh hak kesehatan yang sama. "Lingkungan tertutup seperti lapas berisiko tinggi terhadap penularan penyakit," ujarnya.
Dukungan Terhadap Program Nasional
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Lapas Ngawi terhadap program nasional eliminasi TBC dan penanggulangan HIV/AIDS. Lapas Ngawi berkomitmen mewujudkan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan produktif melalui peningkatan kesadaran hidup sehat di kalangan warga binaan.
Artikel Terkait
Satgas P2SP Permudah Perizinan Apotek UMKM dan Dorong Bioetanol
Kemenag Siapkan Rukyat Hilal di 96 Titik untuk Tentukan Awal Ramadan 2026
Harga Properti Residensial Baru Hampir Stagnan di Akhir 2025
Menkeu Purbaya Sebut Pegawai Pajak dan Bea Cukai Pakai Rompior sebagai Terapi Kejut