Kisah Jay Idzes: Asal Usul Panggilan "Bang Jay" di Timnas Indonesia
Jay Idzes, pemain belakang Timnas Indonesia, mengungkapkan asal-usul panggilan "Bang Jay" yang melekat padanya. Dalam wawancara dengan media Italia, Sassuolo, Idzes bercerita bagaimana panggilan khas Indonesia itu mulai disematkan kepadanya.
Perjalanan Karier Jay Idzes di Timnas Indonesia
Jay Idzes pertama kali memperkuat Timnas Indonesia pada Maret 2024 dalam laga melawan Vietnam. Penampilan impresifnya langsung menarik perhatian publik sepak bola Indonesia. Bek berpostur tinggi ini bahkan berhasil mencetak gol debutnya di pertandingan berikutnya melawan Vietnam.
Konsistensi performa Idzes menjadi kunci keberhasilan Timnas Indonesia melaju ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Karena kualitas permainan dan kepemimpinannya, Idzes kemudian dipercaya sebagai kapten tim nasional.
Makna di Balik Panggilan "Bang Jay"
Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia, popularitas Idzes melonjak drastis. Salah satu hal yang paling mencolok adalah panggilan "Bang Jay" yang diberikan oleh suporter Indonesia.
"Orang-orang memanggil saya Bang Jay. Saya tidak tahu persis siapa yang memulainya, tapi sejak pertama kali saya datang ke Indonesia, mereka mulai memanggil saya begitu," ujar Idzes seperti dilansir Sassuolonews.
Idzes menjelaskan makna dari panggilan tersebut: "'Bang' itu seperti kata 'brother' atau 'kakak laki-laki'. Jadi panggilan itu melekat, dan sekarang semua orang mengenal saya dengan nama itu."
Dampak Popularitas Jay Idzes di Sassuolo
Popularitas Idzes semakin melambung ketika ia bergabung dengan klub Serie A Italia, Sassuolo. Menariknya, kehadiran Idzes di Sassuolo turut meningkatkan jumlah pengikut media sosial klub yang dijuluki I Neroverdi tersebut.
"Sejak saya bergabung dengan Sassuolo, saya melihat banyak fans Indonesia mulai mengikuti klub ini di media sosial. Itu semacam tanggung jawab bagi saya, karena saya juga kapten tim nasional," tutur Idzes.
Idzes menambahkan komitmennya untuk membalas dukungan fans: "Saya berusaha memberi contoh yang baik, itu bagian dari filosofi hidup saya untuk menjadi panutan. Ketika melihat dukungan dan cinta dari para fans, saya ingin membalasnya dengan cara terbaik, lewat performa di lapangan."
Artikel Terkait
Indonesia di Pot Terendah Undian Piala Asia 2027, Berpeluang Kembali Hadapi Jepang dan Irak
Pelatih Timnas U-17 Instruksikan Pemain Tak Berpuas Diri Usai Kalahkan China, Fokus Hadapi Qatar
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis
Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau untuk Identifikasi 16 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara