Yannes mengusulkan platform Maung milik PT Pindad sebagai dasar pengembangan. Kendaraan tersebut dinilai sudah terbukti tangguh dan memiliki sifat modular yang memungkinkan pengembangan ke berbagai jenis kendaraan.
"Untuk tahap awal, sebaiknya pengembangan dimulai dari platform Maung yang sudah siap. Tinggal kemudian dikembangkan varian lainnya, seperti kendaraan niaga pickup dan kendaraan box, untuk menggerakkan mobilitas distribusi barang bagi UMKM," ujarnya.
Dampak Nyata untuk Perekonomian dan UMKM
Dengan pendekatan ini, pengembangan mobil nasional tidak hanya berfokus pada kebanggaan simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peningkatan mobilitas logistik dapat langsung dirasakan oleh pelaku UMKM di berbagai daerah.
Membangun Ekosistem Otomotif yang Berkelanjutan
Yannes menegaskan bahwa kemandirian otomotif nasional hanya dapat terwujud jika ekosistemnya dibangun secara menyeluruh. Hal ini mencakup riset teknologi, dukungan industri komponen dalam negeri, dan kesiapan sumber daya manusia.
"Tujuannya bukan sekadar membuat mobil buatan Indonesia, tapi menciptakan kemandirian teknologi dan industri otomotif nasional yang berkelanjutan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup