Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Lokasi upacara bukan tempat biasa, melainkan bekas markas Kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu yang dipimpin Sabinus Walker. Markas tersebut sebelumnya telah dikuasai oleh Satgas TNI Habema.
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa tempat itu dulunya merupakan basis operasi Sabinus Walker. "Ini merupakan salah satu markas dari TPNPB-OPM pimpinan Sabinus Walker. Tempat ini dulu merupakan markas dari Sabinus Walker, dan pada 11 Agustus 2026, pasukan Koops Habema berhasil menguasai tempat ini," ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Perwira tinggi yang juga jebolan Akademi Militer 1996 ini memang dikenal memiliki segudang brevet, baik dari dalam negeri maupun internasional. Berikut enam brevet langka yang dimiliki oleh peraih Adhi Makayasa tersebut.
Brevet Komando dan Free Fall
Brevet Komando Kopassus merupakan tanda kecakapan yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan dan latihan di Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Pendidikan selama tujuh bulan ini meliputi dasar-dasar keprajuritan, pelatihan di hutan, gunung, rawa, dan laut. Puncaknya, prajurit menerima brevet Komando di Pantai Permisan, Cilacap, Jawa Tengah.
Selain itu, ada brevet Free Fall Kopassus yang diberikan kepada prajurit yang telah menempuh pelatihan khusus terjun bebas. Pelatihan ini dilakukan dari ketinggian 6.000 kaki di atas permukaan laut.
Kemampuan Tempur dan Terjun
Brevet Pertempuran Hutan juga disandangnya. Brevet ini diberikan kepada prajurit yang telah menempuh latihan pertempuran hutan (jungle warfare). Latihan ini dikenal sangat menguras tenaga, fisik, dan pikiran. Prajurit tidak hanya harus menghadapi musuh yang sewaktu-waktu bisa menyerang, tetapi juga dituntut mampu bertahan hidup di tengah belantara. Tujuannya untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, serta memahirkan taktik bertempur di daerah hutan.
Ada pula brevet Jump Master yang diperoleh setelah menguasai teknik pelipatan parasut, teknik exit, teknik melayang, teknik spotting, teknik pattern, teknik pendaratan, hingga teknik emergency procedure.
Di kancah internasional, ia memiliki Basic Parachutist Badge dari Royal Thai Army. Brevet ini diberikan kepada personel yang telah menyelesaikan Kursus Lintas Udara Dasar Angkatan Darat Thailand, menandakan yang bersangkutan adalah penerjun payung militer terlatih dan memenuhi syarat untuk operasi udara.
Terakhir, ada Pin Veteran yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berperan aktif dalam pasukan internasional di bawah mandat PBB untuk misi perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Ibu Hamil Tewas Tertembak Peluru Nyasar di Intan Jaya, TNI Sebut dari Tembakan OPM
Tiga Warga Sipil Tewas Kena Tembakan Nyasar di Intan Jaya, TNI Sebut dari Kelompok Bersenjata
Menteri HAM Desak TNI-Polri Kendalikan Anggota di Papua Usai Pendeta Ditembak