Tiga warga sipil tewas terkena tembakan nyasar di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Kamis (2/7). TNI menyatakan tembakan itu berasal dari kelompok bersenjata yang beraksi di sekitar lokasi.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Wirya Arthadiguna, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya warga sipil Melkiana Dwitau dalam insiden tersebut. Peristiwa terjadi di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Analisis lapangan TNI menyimpulkan, tembakan berasal dari kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau. Tembakan pertama terjadi pada pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga, disusul tembakan dari perbukitan depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok itu kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.
Ketiga titik tembakan berjarak 900 hingga 1.500 meter dari posisi personel TNI, sementara para korban berada sekitar 321 meter dari titik tembakan. Wirya menjelaskan, data itu menjadi dasar analisis yang terus didalami bersama fakta lapangan lainnya.
TNI tidak membalas tembakan karena kondisi medan hujan dan kabut tebal. Jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih bertahan di posisi perlindungan sambil memantau situasi, guna menghindari risiko terhadap warga sipil.
Wirya menegaskan, keselamatan warga sipil menjadi prioritas. Peristiwa ini menunjukkan bahwa penggunaan kawasan permukiman oleh kelompok bersenjata berpotensi membahayakan masyarakat yang tidak terlibat konflik. Koops TNI Habema mengedepankan langkah terukur dan profesional.
Pasca-insiden, TNI terus menjamin keselamatan warga dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Wirya meminta warga memberi ruang bagi proses investigasi yang objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis.
Artikel Terkait
Ibu Hamil Tewas Tertembak Peluru Nyasar di Intan Jaya, TNI Sebut dari Tembakan OPM
Menteri HAM Desak TNI-Polri Kendalikan Anggota di Papua Usai Pendeta Ditembak