Pramono Anung: Politisi Perlu Belajar dari SBY dalam Menyampaikan Kritik

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 03:42 WIB
Pramono Anung: Politisi Perlu Belajar dari SBY dalam Menyampaikan Kritik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para politisi untuk meneladani Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terutama dalam hal menyampaikan kritik dan pesan kepada publik. Pernyataan ini disampaikan Pramono saat membuka Pameran Lukisan SBY Art Community (SAC) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Pramono mengaku menjadi saksi sejarah panjang interaksinya dengan SBY sejak 1999. Meski hubungan politik keduanya tidak selalu sejalan, komunikasi yang mereka bangun tetap terjaga. "Sejak perkenalan saya dengan Pak SBY, dalam politik itu kadang-kadang sama, tapi seringkali berhadapan. Tetapi yang tidak pernah berubah adalah komunikasi yang kami bangun bersama," ujarnya.

Menurut Pramono, SBY adalah role model yang tidak mudah mengkritik. "Kemarin saya juga mengikuti pesan yang beliau buat, sangat substansi, tetapi tidak membuat orang marah, tidak membuat orang kemudian merasa tersinggung," lanjutnya. Ia menilai para politisi, terutama anggota DPR RI dan DPRD, yang sering melihat politik secara hitam-putih, perlu banyak belajar dari gaya SBY.

Pramono Pernah Jadi Penghubung Pesan Megawati ke SBY

Pramono juga mengungkapkan bahwa komunikasinya dengan SBY tetap terjalin bahkan ketika PDIP berada di luar pemerintahan selama sepuluh tahun. Ia beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan SBY, baik di Hambalang maupun di Istana Kepresidenan. Tak banyak yang tahu, Pramono mengaku pernah menjadi penghubung pesan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan SBY. "Pasti tidak banyak orang yang tahu bahwa saya menyampaikan message atau pesan yang dititipkan atau disampaikan oleh Ibu Mega kepada Pak SBY," tuturnya.

Pramono Datang ke Rumah SBY Jelang Pilgub: Bahas Lukisan

Saat maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2024, Pramono sempat datang ke kediaman SBY untuk berdiskusi. Namun, pembicaraan keduanya justru lebih banyak membahas seni, khususnya lukisan karya SBY. "Saya ingat ketika maju sebagai gubernur, saya datang ke kediaman beliau. Kita berdiskusi sebenarnya lebih banyak tentang lukisan," katanya. Pramono kemudian meminta izin untuk mengoleksi lukisan SBY. Kini, ia memiliki tiga lukisan karya SBY: satu diperoleh langsung dari SBY, satu dibeli melalui lelang, dan satu lagi dibeli dari orang lain.

Pramono Puji SBY sebagai Jenderal, Presiden hingga Seniman

Pramono memuji SBY sebagai sosok dengan banyak kemampuan. "Sebagai tentara (dengan) jenderal bintang empat, sebagai ketua umum partai, menjadi Presiden, sebagai seniman, senimannya terlalu banyak," ujarnya. Menurut Pramono, SBY juga memiliki kemampuan di bidang musik, puisi, dan olahraga. Namun, karya lukisan SBY menjadi salah satu hal yang paling ia kagumi.

Pameran SBY Art Community Hadirkan 150 Karya

Pameran SBY Art Community 2026 mengangkat tema "Art for Peace and a Better Future: Collaboration". Pameran berlangsung pada 19-30 Agustus 2026 di Galeri Emiria Soenassa dan Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Sebanyak 150 karya lukis dipamerkan, termasuk karya SBY, pelukis SAC, koleksi SAC, pelukis Jerman Christopher Lehmpfuhl, lima pelukis anak, serta karya simbolis dan kolaborasi SAC.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags