Kisah Lagari Hasan Çelebi: Ilmuwan Utsmani yang Menerbangkan Roket di Abad ke-17

- Senin, 17 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Kisah Lagari Hasan Çelebi: Ilmuwan Utsmani yang Menerbangkan Roket di Abad ke-17

Di tengah hiruk-pikuk persaingan militer di Timur Tengah, roket menjadi simbol kekuatan yang paling mencolok. Namun, jauh sebelum NASA atau Pentagon menguasai teknologi ini, seorang ilmuwan Muslim bernama Lagari Hasan Çelebi telah berani meluncur ke udara dengan roket buatannya sendiri pada abad ke-17. Kisahnya tercatat dalam sejarah Kesultanan Utsmani, meski kebenarannya masih diperdebatkan para sejarawan.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 1633, saat perayaan kelahiran putri Sultan Murad IV. Di hadapan sultan dan warga Istanbul, Lagari menaiki tabung bermuatan mesiu yang dilengkapi sirip, lalu meluncur dari kawasan Sarayburnu. Setelah bahan bakar habis, ia membuka sayap darurat untuk memperlambat jatuhnya, mendarat di laut, dan berenang ke pantai. Catatan ini termuat dalam Seyahatname, buku perjalanan karya Evliya Çelebi, yang juga menulis tentang saudara Lagari, Hezarfen Ahmed Çelebi, yang terkenal dengan penerbangan sayapnya menyeberangi Selat Bosphorus.

Meski tidak ada sumber sekunder yang menguatkan kisah ini, para sejarawan sepakat bahwa eksperimen semacam itu bukan hal asing dalam peradaban Islam masa itu. Tradisi keilmuan yang didukung penguasa menjadi kunci lahirnya inovasi. Sultan memberikan ruang bagi para ilmuwan untuk bereksperimen, sejalan dengan perintah syariat untuk mengamati ciptaan Allah. Ayat Al-Qur'an dalam Surah Yunus ayat 101 menegaskan: "Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!"

Dukungan Negara pada Ilmu Pengetahuan

Pada masa kejayaan Islam, institusi seperti Baitul Hikmah di Baghdad, observatorium, perpustakaan, dan rumah sakit berkembang pesat. Para ilmuwan tidak didorong oleh kepentingan komersial, melainkan oleh semangat ibadah dan kemaslahatan umat. Namun, kondisi itu sangat berbeda dengan situasi banyak negara Muslim saat ini. Keterbatasan anggaran riset, minimnya kolaborasi akademis-industri, dan fenomena brain drain membuat mereka tertinggal dalam bidang teknologi.

Warisan Semangat Lagari

Pelajaran dari kisah Lagari bukanlah soal siapa yang pertama terbang dengan roket, melainkan keberanian berpikir melampaui zaman dan dukungan peradaban terhadap gagasan tersebut. Peradaban Islam telah membuktikan bahwa iman dan ilmu tidak bertentangan. Dari akidah lahir dorongan untuk meneliti dan menemukan. Selama syariat menjadi pijakan dan negara mengurus umat dengan sungguh-sungguh, tradisi keilmuan akan terus tumbuh dan melahirkan karya yang menginspirasi dunia. Wallahu a'lam.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags