Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri garmen merupakan persoalan yang kerap terjadi pada sektor padat karya. Meski demikian, ia memastikan peluang kerja di Jawa Barat masih terbuka lebar seiring berkembangnya kawasan industri baru.
Hal itu disampaikan Dedi saat menanggapi pertanyaan mengenai PHK di salah satu perusahaan garmen di Cimahi. Dalam video yang viral, terlihat para karyawan menangis dan berpelukan karena di-PHK secara massal.
"Garmen itu selalu problem. Perusahaan-perusahaan padat karya itu memang secara umum begitu," kata Dedi usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Surveillance (MCSP) di Kantor BPSDM Jawa Barat, Bandung, Selasa (4/8).
Menurutnya, perusahaan padat karya cenderung berpindah ke daerah dengan biaya produksi yang lebih rendah ketika biaya operasional di suatu wilayah meningkat.
"Kalau dia sudah naik, kemudian ada tempat lain yang lebih murah tempat berdirinya, biasanya pindah," ujar eks Bupati Purwakarta ini.
Meski demikian, Dedi memastikan masih banyak perusahaan yang membuka rekrutmen tenaga kerja di berbagai wilayah Jawa Barat, terutama di sektor alas kaki, sepatu, dan garmen.
"Sangat banyak. Hari ini industri-industri mulai tumbuh, kawasan industri mulai tumbuh," kata politikus Gerindra ini.
Ia menyebut peluang kerja kini banyak tersedia di Kabupaten Indramayu, Majalengka, hingga Garut yang menjadi tujuan baru investasi industri padat karya.
Artikel Terkait
Satpam Bundaran HI yang Viral Usai Sujud Minta Maaf Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Korban PHK dan Kekeringan El Nino
Silaturahmi Lintas Generasi KB PII Jabar, 23 Tokoh Diundang 20 Hadir
Dinasti Jokowi dan Skenario di Balik Tren Elektabilitas Prabowo yang Menurun