Satpam yang viral karena bersujud meminta maaf kepada pengemudi mobil Alphard di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Fiktor Harefa, nama satpam tersebut, memilih tetap bekerja di Jakarta dengan alasan sudah nyaman dengan pekerjaannya saat ini.
Peristiwa yang membuat Fiktor viral bermula dari keributan antara petugas keamanan proyek MRT dan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI pada Rabu (22/7/2026). Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa pengemudi Alphard menerobos lampu merah di pelican crossing depan Hotel Pullman, lalu ditegur oleh petugas keamanan. Namun, teguran tersebut memicu adu mulut karena pengemudi tidak terima.
"Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," ujar Braiel. "Setelah kejadian itu, kedua belah pihak mendatangi Pos Polisi Thamrin untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan dan akhirnya sepakat berdamai," imbuhnya.
Keesokan harinya, Fiktor mengunggah video berisi pengakuannya bahwa ia bersujud karena takut dan panik, khawatir kehilangan pekerjaan. Video itu pun menarik perhatian Dedi Mulyadi, yang kemudian mengundang Fiktor untuk bertemu dan menawarinya pekerjaan sebagai petugas keamanan di Gedung Sate, Bandung. Namun, Fiktor menolak tawaran tersebut.
"Tapi terus saya bilang saya mikir dulu, akhirnya saya tetap di Jakarta saja. Nah jadinya saya sudah memutuskan Bang, jadi kerja di Jakarta saja dulu, saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor kepada Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Fiktor mengaku sudah nyaman dengan profesinya sebagai Komandan Regu (Danru) petugas keamanan di proyek tempatnya bekerja. Ia juga tidak ingin menyia-nyiakan pekerjaan yang baru didapatkannya pada April 2026 setelah setahun menganggur. "Sebelumnya itu saya pengangguran satu tahun. Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter HP. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker (lowongan kerja) juga kemarin. Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ," ungkapnya.
"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini. Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga," imbuhnya.
Artikel Terkait
Dinasti Jokowi dan Skenario di Balik Tren Elektabilitas Prabowo yang Menurun
Mahasiswa Ajak Warga Pilah Sampah di CFD Bundaran HI
Video Dugaan Pungli Rp 1,7 Juta oleh Petugas Dishub Bekasi Viral, Gubernur Jabar Bereaksi
Video Viral, Petugas Dishub Kota Bekasi Diduga Pungli Sopir Truk Rp 1,7 Juta