Kopilot Malaysia Airlines Kaget Saat Narkoba yang Dibawanya Terdeteksi Positif

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:23 WIB
Kopilot Malaysia Airlines Kaget Saat Narkoba yang Dibawanya Terdeteksi Positif

Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkap momen ketika kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), dicek narkoba yang dibawanya. Saat hasil pemeriksaan menunjukkan positif, Saufi tampak kaget dan panik.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan Saufi mulanya tampak tenang sebelum ditangkap. Ia diamankan setelah kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi dan sabu yang terdeteksi saat pemeriksaan X-ray.

"Yang pasti sih ukuran orang yang membawa narkotika sangat tenang ya. Berarti memang ya masih di bawah pengaruh (narkoba)," kata Hengky saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Bea Cukai lalu memeriksa barang bukti itu menggunakan NIK reagant U. Dalam video yang diterima detikcom, tampak Saufi memperhatikan dengan seksama proses pengecekan itu. Saat tes menunjukkan hasil positif, Saufi tampak kaget dan menutupi wajahnya.

"Petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta melakukan uji narkotest dengan menggunakan NIK reagant U pada pil yang diselundupkan. Warna narkotest berubah menjadi biru berarti positif MDMA (ekstasi)," ujarnya.

Bea Cukai sendiri telah menyerahkan Mohd Saufi bin Othman ke Bareskrim Polri untuk diproses hukum. Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba. Saufi diduga dalam kondisi memakai narkoba saat penerbangan.

Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine 'cadangan'. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.

Malaysia Airlines Buka Suara

Maskapai Malaysia Airlines buka suara terkait pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Maskapai penerbangan Malaysia itu menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut.

Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags