IHSG Diproyeksi Menguat, Didukung Sentimen Positif Geopolitik dan Inflasi Terkendali

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:12 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat, Didukung Sentimen Positif Geopolitik dan Inflasi Terkendali

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (4/8), setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis. IHSG diproyeksi bergerak di rentang 6.358-6.454, didukung oleh sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Pada Senin (3/8), IHSG ditutup turun 1,63 poin atau 0,03 persen ke level 6.234,93. Meski terkoreksi tipis, analis menilai indeks masih berada dalam fase akumulasi yang berpotensi melanjutkan ekspansi, dengan momentum bullish yang mulai terbentuk.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan secara teknikal, indikator Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif. Namun, volume transaksi yang menguat menjadi sinyal positif bagi pergerakan IHSG.

“Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia dinilai masih relatif menarik, dengan P/E di level 9,30x, dibanding beberapa regional markets setelah tekanan yang terjadi pada semester I, sehingga masih berpotensi menarik minat para pelaku investor secara bertahap,” kata Nafan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8).

Dari faktor eksternal, sentimen positif datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut negosiasi dengan Iran akan dimulai pekan ini. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Selain itu, penurunan harga minyak mentah WTI dan Brent turut mengurangi risiko inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi, sehingga mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, khususnya pasar saham.

Sementara dari sisi domestik, inflasi Indonesia yang tetap terkendali memperkuat keyakinan terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas moneter. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada tahun kalender per Juli 2026 sebesar 1,65 persen. Meredanya premi risiko geopolitik juga memberi ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan stabilitas kebijakan moneter dan BI-Rate.

“Market juga masih menunggu perkembangan terkait suksesi Gubernur BI serta agenda fiskal pemerintah yang dapat mempengaruhi persepsi investor,” ujar Nafan.

Senada, analis MNC Sekuritas menilai meski IHSG terkoreksi tipis pada perdagangan sebelumnya, indeks tetap bergerak di atas level rata-rata pergerakan 60 hari (MA60). “IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6,352-6,545,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (4/8).

Meski demikian, investor dan pelaku pasar tetap harus mencermati adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.122 - 6.180.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags