Polres Pelabuhan Makassar menjerat seorang pria berinisial PR (25) dengan pasal berlapis atas dugaan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya yang berusia 21 tahun. Pelaku tidak hanya memperkosa korban, tetapi juga merekam aksinya dan menyebarkan video tersebut kepada orang tua korban.
Kanit PPA Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Arvandi, mengungkapkan bahwa dalam peristiwa ini terdapat dua tindak pidana, yaitu penganiayaan dan pemerkosaan atau kekerasan seksual. Oleh karena itu, penyidik menerapkan pasal berlapis kepada pelaku.
"Pasal yang kami terapkan saat ini adalah Pasal 466 ayat 1 tindak pidana penganiayaan juncto (Pasal) 473 (tentang) pemerkosaan dan UU TPKS," kata Arvandi kepada wartawan, Jumat (31/7). "Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara," sambungnya.
Dari hasil pemeriksaan, Arvandi menjelaskan bahwa PR dan korban sebenarnya sudah tidak lagi berpacaran. Karena tidak terima diputuskan, pelaku memaksa korban ke hotel dan memperkosanya. "Saat berhubungan, dia rekam video. Rekaman itu untuk memberi ancaman kepada korban agar tidak putus dengannya," bebernya.
Pelaku kemudian mengirimkan rekaman video tersebut kepada orang tua korban. Video itu membuat orang tua korban syok. Tidak hanya itu, tersangka juga mengirimkan video yang sama kepada seorang pria yang diduga teman dekat korban. "Rekaman itu dikirimkan kepada orang tuanya sehingga orang tua korban merasa syok," jelas dia.
Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Polres Pelabuhan Makassar untuk proses hukum lebih lanjut.
Artikel Terkait
Karyawati Restoran Korea di Surabaya Lapor Dugaan Kekerasan Seksual oleh Bos WNA
Polisi Tetapkan Ayah Kandung sebagai Tersangka Pembunuhan Bocah di Merauke
Bareskrim Tetapkan Eks Pelatih Pelatnas Panjat Tebing sebagai Tersangka Kekerasan Seksual
Oknum Polisi di Buton Dilaporkan atas Dugaan Percobaan Pemerkosaan Pemilik Warung