Great Barrier Reef Terancam Pemutihan Massal Akibat El Niño Ekstrem

- Kamis, 23 Juli 2026 | 15:20 WIB
Great Barrier Reef Terancam Pemutihan Massal Akibat El Niño Ekstrem

Great Barrier Reef, salah satu destinasi wisata bahari terbesar di dunia, menghadapi ancaman serius akibat perluasan bleaching atau pemutihan terumbu karang yang dipicu fenomena iklim El Niño tahun ini. Ekosistem di kawasan yang membentang sepanjang 2.300 km di lepas pantai Queensland, Australia, itu terancam runtuh jika tekanan suhu air laut terus meningkat.

Bleaching terjadi ketika terumbu karang dalam kondisi stres misalnya karena suhu air yang terlalu hangat sehingga mengeluarkan alga berwarna-warni yang hidup di jaringannya. Akibatnya, karang berubah menjadi putih bersih atau bahkan transparan. Jika tekanan berlangsung lama, karang bisa mati dan ekosistem di sekitarnya ikut runtuh.

Ekologis Konservasi Kelautan dari Universitas James Cook, Morgan Pratchett, mengatakan bahwa El Niño ekstrem dapat menjadi masalah signifikan bagi Great Barrier Reef. "Bukan tidak mungkin kalau gangguan (iklim) berikutnya akan membuat spesies lokal musnah dan memperluas keruntuhan ekosistem," ujarnya.

Pratchett menambahkan, sangat mungkin terjadi pemutihan terumbu karang berskala besar di kawasan tersebut, apalagi kekuatan El Niño tahun ini diprediksi memecahkan rekor. Gelombang panas akibat El Niño tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga lingkungan di darat memicu kebakaran hutan dan lahan, di laut menyebabkan pemutihan karang.

UNESCO telah memantau kondisi terumbu karang di Great Barrier Reef sejak 2021, saat kawasan itu nyaris dimasukkan dalam daftar 'dalam bahaya' pada daftar Keajaiban Dunia. Terumbu karang keras di kawasan ini menurun signifikan pada 2024–2025 akibat suhu air di atas rata-rata yang memicu pemutihan massal untuk keenam kalinya sejak 2016.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags