Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (23/7). Berdasarkan data Stockbit, indeks komposit tergelincir dari posisi sesi I dan berakhir di level 6.315,31.
IHSG melemah 19,17 poin atau 0,30 persen ke 6.315,311. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 juga terkoreksi 0,86 persen ke posisi 627,116. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp23,64 triliun dengan volume perdagangan 62,70 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 3,17 juta kali.
Di antara saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi, FUTR (Futura Energi Global) naik 60 poin (24,39%) ke 306, MPRO (Maha Properti Indonesia) naik 2.300 poin (19,87%) ke 13.875, dan ENAK (Champ Resto Indonesia) naik 38 poin (15,57%) ke 282. Sementara itu, saham SWID (Saraswanti Indoland Development) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 14 poin (11,86%) ke 104, diikuti HOPE (Harapan Duta Pertiwi) turun 18 poin (9,38%) ke 174.
Dari sisi nilai transaksi, saham BUMI (Bumi Resources) memimpin dengan nilai Rp2,21 triliun, disusul TPIA (Chandra Asri Pacific) Rp1,67 triliun, dan BBCA (Bank Central Asia) Rp1,31 triliun. Adapun saham dengan volume perdagangan terbesar adalah BUMI sebanyak 120,18 juta lembar, BNBR (Bakrie & Brothers) 67,69 juta lembar, dan JGLE (Graha Andrasentra Propertindo) 26,34 juta lembar.
Nilai tukar rupiah juga ikut tertekan. Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.939,6 per dolar AS, terdepresiasi 78,9 poin (0,44%) dibandingkan pembukaan pagi tadi di Rp17.860,7.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,39%, Hang Seng di Hong Kong naik 1,27%, dan SSE Composite di China naik 0,25%. Sebaliknya, Straits Times di Singapura turun 0,36%.
Artikel Terkait
IHSG Melemah Tipis di Tengah Volatilitas, Investor Waspadai Profit Taking
IHSG Dibuka Menguat ke 6.346, 266 Saham Hijau
IHSG Dibuka Hijau, Rupiah Melemah ke Rp 17.917 per Dolar AS
IHSG Berpeluang Menguat, Investor Diingatkan Waspadai Koreksi Jangka Pendek