PSM Makassar Berpacu dengan Waktu Selesaikan Sanksi FIFA Jelang Super League

- Kamis, 23 Juli 2026 | 16:00 WIB
PSM Makassar Berpacu dengan Waktu Selesaikan Sanksi FIFA Jelang Super League

PSM Makassar tengah berjuang melawan waktu untuk menyelesaikan sanksi FIFA Registration Bans yang masih membelit mereka jelang dimulainya Super League 2026/2027. Manajemen klub optimistis sanksi tersebut segera dicabut sehingga proses pendaftaran pemain anyar, termasuk legiun asing, bisa berjalan tanpa hambatan.

Optimisme itu menguat setelah dua klub Indonesia, Persib Bandung dan PSIS Semarang, resmi keluar dari daftar FIFA Registration Bans. Per hari ini, nama kedua klub itu sudah tidak lagi tercantum dalam daftar sanksi FIFA, menandakan mereka telah memenuhi seluruh kewajiban. Di sisi lain, Semen Padang justru mendapat tambahan satu perkara baru yang diterbitkan FIFA pada 21 Juli 2026, sehingga kini harus menyelesaikan empat sengketa.

PSM sendiri hingga kini masih tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans. Kondisi itu membuat Juku Eja belum bisa mendaftarkan pemain baru. Padahal, tim asuhan Darije Kalezic tengah merampungkan komposisi skuad dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar, termasuk legiun asing seperti Nenad Lalic dan Stefan Jevtoski. Manajemen juga masih memburu seorang penyerang asing untuk melengkapi kebutuhan tim.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan bahwa penyelesaian sanksi FIFA telah menjadi bagian dari perencanaan klub. "Kami sudah menyusun perencanaan jauh-jauh hari dan itu kita sudah bahas dengan pelatih kepala dan jadi tanggung jawab kami di manajemen. Insyaallah sanksi FIFA ini akan kami selesaikan," ujarnya. Ia juga memastikan aktivitas operasional klub tidak terganggu. "Perlu kami tegaskan kembali bahwa yang dikenai PSM adalah FIFA Registration Bans, artinya kami dalam ranah operasional sama sekali tidak terganggu, termasuk proses rekrutmen pemain."

Nur Fajrin menjelaskan, sanksi FIFA hanya membatasi klub untuk mendaftarkan pemain baru, bukan merekrut atau melakukan negosiasi. Karena pendaftaran pemain untuk Super League baru dibuka pada pertengahan Agustus, manajemen masih memiliki waktu untuk menyelesaikan seluruh kewajiban. "Kami sudah menyusun langkah-langkah penyelesaian sesuai perencanaan keuangan dan cash flow yang dimiliki klub," tambahnya.

PSM sebelumnya menerima sanksi FIFA pertama pada 22 Mei 2026. Situasi menjadi lebih rumit setelah FIFA kembali menjatuhkan sanksi kedua pada 7 Juli 2026, sehingga jumlah perkara yang harus diselesaikan bertambah menjadi dua. Persoalan itu kini menjadi pekerjaan rumah utama manajemen di tengah proses pembentukan skuad baru bersama pelatih Darije Kalezic.

Selain menyelesaikan persoalan administrasi, PSM juga fokus melengkapi komposisi pemain asing. Saat ini Juku Eja telah mendatangkan bek Nenad Lalic dan gelandang bertahan Stefan Jevtoski. Manajemen juga masih memburu satu penyerang asing untuk memperkuat daya gedor tim setelah gagal merekrut Adrian Dalmau. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, PSM berpeluang mengikuti jejak Persib Bandung yang sukses keluar dari FIFA Registration Bans dan dapat mendaftarkan seluruh pemain barunya tepat waktu sebelum Super League 2026/2027 bergulir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags