Hidayat Nur Wahid Dorong Penerima PKH Optimis dan Mandiri, Contohkan Kisah Lamine Yamal

- Kamis, 23 Juli 2026 | 09:35 WIB
Hidayat Nur Wahid Dorong Penerima PKH Optimis dan Mandiri, Contohkan Kisah Lamine Yamal

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengajak para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tetap optimistis dan tidak putus asa di tengah tekanan ekonomi. Ia mendorong mereka memanfaatkan program pemberdayaan dari Kementerian Sosial agar mampu mandiri dan keluar dari kepesertaan PKH.

Hidayat mencontohkan kisah perjuangan keluarga pesepak bola muda Spanyol, Lamine Yamal dan Nico Williams, yang berawal dari keluarga imigran miskin. Berkat optimisme dan kerja keras orang tua, keduanya kini menjadi juara dunia dan mampu meningkatkan status ekonomi keluarga.

"Kisah keluarga Lamine dan Nico mengajarkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah. Justru para orang tua yang saat ini menghadapi keterbatasan ekonomi harus berupaya semaksimal mungkin agar anaknya keluar dari kondisi tersebut, dengan meningkatkan tingkat kesejahteraan hidup mereka, yang dalam konteks PKH disebut sebagai Graduasi. Kesuksesan tersebut pasti berdampak lintas generasi," ujar Hidayat dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat melakukan Supervisi P2K2 di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/7). Anggota Komisi VIII DPR RI ini menjelaskan, PKH merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur Pasal 34 ayat (2) UUD 1945, yang mewajibkan negara mengembangkan sistem jaminan sosial dan memberdayakan masyarakat lemah.

Meskipun negara memiliki utang hampir Rp10.000 triliun, program ini tetap dijalankan dan diprioritaskan. "Maka sudah sangat seharusnya jika amanah ini dijaga dan disukseskan oleh para KPM PKH, salah satunya dengan aktif mengikuti P2K2 agar kapasitas keluarga terus meningkat, keterampilan meninggi, dan memiliki mindset positif dan produktif tentang tantangan kehidupan yang lagi dijalani. Apalagi Mensos juga sudah mengingatkan bahwa santunan ini sementara saja sementara berdaya itu selamanya," lanjut Hidayat.

Politikus PKS ini juga membuka peluang program lanjutan yang bisa dimanfaatkan KPM, seperti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dengan bantuan modal usaha hingga Rp5 juta, KIP Kuliah bagi lulusan SMA, dan PIP Madrasah bagi peserta didik madrasah. Ia mengapresiasi para pendamping PKH sebagai ujung tombak penyaluran bantuan sosial yang dinilai memiliki komitmen tinggi.

"Kami di Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal agar program-program perlindungan sosial bisa terus berkelanjutan dan tepat sasaran, serta mampu melahirkan keluarga yang mengatasi masalah ekonomi dan sosialnya, menjadi mandiri dan sejahtera," pungkas Hidayat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags