Pendapatan InJourney Airports Tembus Rp10,23 Triliun di Semester I, Ditopang Bisnis Non-aeronautika

- Kamis, 23 Juli 2026 | 10:20 WIB
Pendapatan InJourney Airports Tembus Rp10,23 Triliun di Semester I, Ditopang Bisnis Non-aeronautika

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat pendapatan usaha sebesar Rp10,23 triliun pada Semester I/2026, naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi di tengah tekanan industri penerbangan akibat kondisi geopolitik Timur Tengah.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, pendorong utama pertumbuhan berasal dari bisnis non-aeronautika. Perusahaan telah melakukan beautifikasi di bandara-bandara utama dan memperkuat konsep tenant mixing di area komersial untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih baik.

"Danantara terus mendorong InJourney Airports untuk bertransformasi dan membangun portofolio bisnis yang tangguh di lini bisnis aeronautika dan non-aeronautika agar terus menciptakan nilai berkelanjutan di industri aviasi nasional sekaligus mendatangkan manfaat bagi masyarakat," ujar Rizal dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

"Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis non-aeronautika," imbuhnya.

Bisnis Non-aeronautika

Salah satu transformasi yang dijalankan adalah pengembangan area komersial di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak tahun lalu. Di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, area komersial ditata ulang untuk memberikan pengalaman berbelanja terbaik. Sementara Terminal 1C hadir dengan konsep shopping arcade yang terbuka bagi penumpang dan masyarakat umum, didukung sistem pemeriksaan keamanan desentralisasi sehingga area komersial dapat diakses sebelum memasuki area terbatas di gate keberangkatan.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, area komersial menggunakan konsep single flow dengan gerai merek global, termasuk duty free shop, F&B, dan lounges. Bandara ini juga memperbaiki akses masuk dan keluar serta mempercepat proses keberangkatan dengan menambah fasilitas pemeriksaan keamanan di security check point.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah membuka terminal baru sejak November 2025 yang dilengkapi area komersial modern. Terminal baru ini meningkatkan kapasitas bandara menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, naik signifikan dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang per tahun.

Rizal menyatakan kontribusi pendapatan non-aeronautika akan terus ditingkatkan sesuai praktik terbaik industri kebandarudaraan global. Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30% sebelum transformasi saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

"Kami akan terus memperkuat bisnis, baik aeronautika dan non-aeronautika, untuk mencapai struktur pendapatan yang semakin kuat, pertumbuhan usaha berkelanjutan, dan InJourney Airports terus menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional," jelas Rizal.

Di sisi pembiayaan, InJourney Airports telah menata ulang struktur pembiayaan dari kreditur dengan konsep InJourney Group Financial Solutions pada Kuartal I/2026. Hasilnya, beban bunga pada Semester I/2026 turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags