Dubes China Paparkan Capaian Ekonomi dan Sosial di HUT ke-105 PKT

- Rabu, 15 Juli 2026 | 20:36 WIB
Dubes China Paparkan Capaian Ekonomi dan Sosial di HUT ke-105 PKT

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, mengungkapkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih negaranya sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Dalam perayaan HUT ke-105 Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Kedutaan Besar China, Jakarta, Rabu (15/7), ia menyebut produk domestik bruto (PDB) per kapita China meningkat dari kurang dari USD 50 menjadi lebih dari USD 13.000.

“Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, harapan hidup masyarakat meningkat dari sekitar 35 tahun menjadi lebih dari 79 tahun. PDB per kapita meningkat dari kurang dari USD 50 menjadi lebih USD 13.000 saat ini,” kata Wang dalam sambutannya.

Menurut Wang, keberhasilan tersebut merupakan hasil pembangunan yang berlandaskan kondisi nasional China. Ia menegaskan PKT tidak meniru model pembangunan negara lain, melainkan menggabungkan prinsip dasar Marxisme dengan kondisi nyata dan budaya tradisional China. “Partai Komunis Tiongkok berasal dari rakyat, berakar pada rakyat, dan mengabdi kepada rakyat. Baik dalam memperjuangkan kemerdekaan nasional, mengembangkan perekonomian, hingga mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Wang memaparkan, sejak kebijakan reformasi dan keterbukaan diberlakukan, lebih dari 800 juta penduduk China berhasil keluar dari kemiskinan. Khususnya sejak Kongres Nasional PKT ke-18, hampir 100 juta penduduk miskin di pedesaan berhasil dituntaskan sehingga kemiskinan absolut di China berhasil dihapuskan. “Tiongkok telah membangun sistem pendidikan, layanan kesehatan, dan jaminan sosial terbesar di dunia,” lanjut Wang.

Angka partisipasi pendidikan wajib telah melampaui 95 persen, sedangkan program asuransi kesehatan dasar mencakup lebih dari 1,3 miliar penduduk. Wang menegaskan modernisasi ala China merupakan upaya membawa lebih dari 1,4 miliar penduduk menuju kemajuan bersama. “Modernisasi ala Tiongkok adalah modernisasi yang membawa lebih dari 1,4 miliar rakyat bersama-sama menuju kemajuan,” katanya.

Hubungan RI-China Terus Berkembang

Wang juga menyoroti hubungan bilateral yang terus erat. China dan Indonesia, kata dia, sama-sama negara berkembang besar dengan sejarah panjang dan menjunjung tinggi kemandirian. Hubungan kedua negara terus berkembang di bawah arahan kedua kepala negara, dengan kerja sama yang semakin erat di bidang infrastruktur, kawasan industri, ekonomi digital, pembangunan hijau, pertanian, pendidikan, serta pertukaran budaya dan antarmasyarakat.

“Saat ini, Tiongkok sedang mendorong modernisasi ala Tiongkok, sementara Indonesia tengah menuju visi Indonesia Emas 2045,” lanjutnya. Wang berharap China dapat terus memperkuat pertukaran dengan Pemerintah Indonesia dan berbagai partai politik di Indonesia, khususnya terkait tata kelola negara, pengentasan kemiskinan, pembangunan, tata kelola sosial, serta pembangunan partai guna mempererat hubungan bilateral dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.

“Marilah kita memperkuat saling pengertian, memperluas kesepahaman, menghimpun kekuatan bersama, mendorong hubungan bilateral, mencapai perkembangan yang lebih besar,” sebut Wang.

Di tengah capaian tersebut, ekonomi China tercatat tumbuh melambat 4,3 persen pada kuartal II 2026. Angka ini lebih rendah dari perkiraan dan menjadi yang terlambat dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Menurut data Biro Statistik Nasional (NBS) China yang dirilis Rabu (15/7), PDB China di paruh kedua ini berada di bawah batas bawah target resmi pemerintah tahun ini yang dipatok pada kisaran 4,5 persen hingga 5 persen. Sebagai perbandingan, para ekonom yang disurvei Bloomberg sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,5 persen, setelah kuartal pertama tumbuh 5 persen.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags