Serangan AS-Iran Meluas ke Iran Selatan, Harga Minyak Melonjak

- Rabu, 15 Juli 2026 | 07:25 WIB
Serangan AS-Iran Meluas ke Iran Selatan, Harga Minyak Melonjak

Konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran memasuki malam ketiga berturut-turut dengan serangan yang kini meluas hingga ke wilayah selatan Iran. Di tengah eskalasi itu, harga minyak dunia melonjak tajam akibat kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan pasokan energi global.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan udara terhadap Iran dalam operasi yang berlangsung sekitar lima jam. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan sejumlah sasaran militer di berbagai wilayah Iran dengan tujuan melemahkan kemampuan negara itu untuk menyerang kapal-kapal dagang.

Militer AS menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk menghantam sistem pertahanan pantai Iran, fasilitas rudal dan pesawat nirawak (drone), serta berbagai aset angkatan laut. CENTCOM juga menegaskan bahwa operasi udara terhadap Iran masih terus berlangsung atas arahan Presiden Donald Trump.

Media pemerintah Iran melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Kota Bandar Abbas dan Pulau Kish. Kantor berita Iran juga melaporkan tiga ledakan di Bandar Abbas, sementara media Iran lainnya memberitakan serangan udara besar-besaran AS di wilayah Sirk, Iran selatan. Kantor Berita Tasnim melaporkan sedikitnya enam ledakan terdengar di Kota Konarak dan Chabahar, yang berada di wilayah tenggara Iran.

Sebagai balasan, militer Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait beberapa jam sebelumnya. Target yang diserang meliputi sistem komunikasi, tangki bahan bakar, sistem rudal Patriot, menara pengawas, dan gudang amunisi menggunakan drone bunuh diri. Militer Iran juga menyatakan bahwa angkatan lautnya telah menyerang kapal-kapal yang didukung AS menggunakan rudal jelajah. Menurut mereka, operasi tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya intensitas serangan AS.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan angkatan lautnya terus menjalankan operasi untuk mempertahankan hak-hak Iran di Selat Hormuz. IRGC menuduh militer AS berupaya memaksa sejumlah kapal melintasi jalur yang disebut sebagai jalur ilegal. IRGC juga mengklaim dua kapal tanker minyak mematikan sistem navigasinya dan mengabaikan peringatan sehingga memasuki ladang ranjau, mengalami kerusakan, dan tidak dapat melanjutkan pelayaran. Menurut IRGC, tindakan semacam itu dapat menunda pembukaan kembali Selat Hormuz dan semakin mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Di tengah meningkatnya eskalasi militer, harga minyak dunia melonjak setelah Presiden AS mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent naik 9,59 persen menjadi 83,30 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat 9,1 persen menjadi 77,87 dolar AS per barel.

Para analis menilai kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akan tetap menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur pelayaran strategis tersebut. Mereka juga mencatat bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai melambat, sementara jumlah kapal yang melintas turun ke tingkat terendah dalam lima pekan terakhir.

Eskalasi konflik juga menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan perjanjian sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani bulan lalu. Perjanjian itu sebelumnya bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik melalui perundingan lanjutan. Di sisi lain, Goldman Sachs memperkirakan proyek perluasan jaringan pipa energi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun mendatang akan mengurangi ketergantungan terhadap jalur pelayaran Selat Hormuz.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags