Untuk hari keempat berturut-turut, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Situasi saling serang antara kedua negara terus berlanjut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden Donald Trump bahkan mengeluarkan ancaman baru: jika Iran tidak mau berunding, AS akan menghancurkan pembangkit energi dan jembatan mereka. "Pekan depan, akan sangat buruk bagi mereka, karena kami akan menyerang pembangkit energi mereka. Lalu, jembatan mereka," kata Trump kepada Fox News, Rabu (15/7). "Kami akan menghancurkan semua pembangkit energi mereka, semua jembatan mereka, kecuali mereka bersedia berunding," tegasnya.
Pada hari yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah kembali menyerang sejumlah target di Iran. Mereka beralasan serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap jalur kapal komersial di Selat Hormuz. "Untuk mengurangi kemampuan mereka, yang mengancam arus kapal di Selat Hormuz," ujar CENTCOM dalam pernyataannya.
CENTCOM juga menyatakan telah mengerahkan kekuatan penuh di kawasan tersebut. "Ada lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS, dan ratusan pesawat yang beroperasi di Timur Tengah. Angkatan Perang AS selalu waspada, siap, dan mematikan," ancam CENTCOM.
Artikel Terkait
Serangan AS-Iran Meluas ke Iran Selatan, Harga Minyak Melonjak
Trump: Serangan ke Iran Akan Terus Berlanjut Sampai Saya Katakan Cukup
Wall Street Ditutup Menguat, Inflasi AS Melandai di Juni
Dave Laksono Minta Pemerintah Sikapi Tarif Trump di Selat Hormuz Secara Tenang dan Terukur