Hamas membubarkan pemerintahannya di Jalur Gaza sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Kelompok itu bersiap menyerahkan kekuasaan kepada komite teknis yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keputusan itu digambarkan Hamas sebagai bukti komitmen terhadap rekonstruksi Gaza setelah bertahun-tahun perang. Namun, belum jelas apakah kelompok tersebut akan melucuti senjata dan menyerahkan keamanan Gaza ke pasukan internasional. Langkah yang diumumkan oleh seorang pejabat tingkat rendah itu belum tentu menghasilkan perubahan berarti di lapangan.
Dewan Perdamaian, entitas baru yang dipimpin Presiden AS Donald Trump dengan mandat mengelola dan membangun kembali Gaza, menyatakan bahwa komite teknokrat harus mengendalikan semua senjata di Gaza, sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata.
“Semua karyawan yang bekerja di bidang penyediaan layanan adalah pegawai negeri dan sepenuhnya siap untuk bekerja di bawah Komite Nasional untuk Administrasi Gaza,” kata Direktur Jenderal Kantor Pemerintah Hamas Ismail al-Thawabta dalam konferensi pers di halaman Rumah Sakit Al-Aqsa, Deir al-Balah, Senin.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Hamas membubarkan pemerintahannya di Gaza untuk menghindari perlucutan senjata. “Selama Hamas mempertahankan senjatanya, pemerintah sipil mana pun tentu saja akan beroperasi sesuai arahan Hamas,” tulisnya di X.
Komite teknokrat yang berbasis di Kairo itu diketuai Ali Shaath, seorang insinyur kelahiran Gaza dan mantan pejabat Otoritas Palestina. Mandatnya memulihkan layanan penting dan mengawasi urusan sipil di bawah pengawasan PBB dan Dewan Perdamaian.
Sembilan bulan setelah gencatan senjata ditandatangani, negosiasi antara Israel dan Hamas sebagian besar masih buntu mengenai implementasi fase kedua, termasuk pelucutan senjata Hamas dan rekonstruksi Gaza. Hamas bersikeras menyelesaikan fase pertama terlebih dahulu sebelum membahas persenjataannya.
Agresi Israel telah berkurang signifikan sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, tetapi serangan terus berlanjut hampir setiap hari. Pada Senin, serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang di Gaza, termasuk tiga orang di Khan Younis dan dua orang di sebuah apartemen di Kota Gaza.
Artikel Terkait
Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza, Buka Jalan bagi Komite Teknokrat
Netanyahu: Rekonstruksi Gaza Bergantung pada Perlucutan Senjata dan Pembongkaran Infrastruktur Militer
Warga Gaza Rayakan Kemenangan Maroko ke Perempat Final Piala Dunia
Dokumen Intelijen Israel Ungkap Hamas Pulihkan Kemampuan Militer di Tengah Gencatan Senjata