Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza tidak akan dimulai tanpa pembongkaran infrastruktur militer dan perlucutan senjata kelompok militan di wilayah kantong Palestina tersebut. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu pada Senin (6/7/2026) dan dikutip oleh AFP serta Al Arabiya.
Netanyahu mengatakan penduduk Gaza bebas memilih untuk tetap tinggal atau pergi, selama mereka tidak menimbulkan ancaman. "Ancaman dari Gaza telah dilenyapkan," ujarnya dalam pernyataan pada Minggu (5/7) waktu setempat. Menurut dia, hal itu dicapai melalui zona penyangga yang dibentuk Israel di dalam wilayah Gaza.
Lebih lanjut, Netanyahu menyebut bahwa hilangnya ancaman dari Gaza telah meningkatkan permintaan hunian di permukiman dekat perbatasan Gaza. Ia merujuk pada situasi keamanan yang dinilainya telah membaik di kawasan tersebut.
Pernyataan terbaru Netanyahu soal Gaza ini disampaikan saat sorotan mulai berkurang terhadap daerah kantong Palestina yang luluh lantak akibat perang yang berkecamuk sejak Oktober 2023. Perang itu dipicu serangan mendadak kelompok Hamas terhadap Israel dan menyeret sekutu-sekutu Hamas, seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta Iran yang diketahui mendukung ketiga kelompok militan di kawasan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Ucapan Selamat Netanyahu ke AS Dibalas Makian Kasar oleh Komentator Pro-Palestina
Warga Gaza Rayakan Kemenangan Maroko ke Perempat Final Piala Dunia
Warga Gaza Keluhkan Perang Mereka Terlupakan di Tengah Konflik AS-Iran
Arsip Digital Gaza: 64 Ribu Video dan 17 Ribu Foto Dikumpulkan dalam Satu Situs