Warga Gaza Keluhkan Perang Mereka Terlupakan di Tengah Konflik AS-Iran

- Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:40 WIB
Warga Gaza Keluhkan Perang Mereka Terlupakan di Tengah Konflik AS-Iran

Warga Palestina di Gaza mengeluhkan bahwa penderitaan mereka akibat perang yang berkepanjangan kini seolah terlupakan sejak Amerika Serikat dan Israel terlibat konfrontasi langsung dengan Iran. Seorang pengungsi di Gaza, Ahmed Jamali (53), menyuarakan keprihatinannya dengan nada getir.

"Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami," ujar Jamali, yang tinggal di kamp pengungsian di Gaza.

"Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya, seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026).

Ketidakpedulian terhadap Palestina ini kian mencolok karena wilayah itu justru menjadi pusat rangkaian peristiwa yang menjerumuskan kawasan ke dalam konfrontasi paling berbahaya dalam beberapa dekade. Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 memicu respons militer besar-besaran di Gaza, melibatkan sekutu-sekutu yang didukung Teheran seperti kelompok milisi Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, dan akhirnya Iran sendiri.

Apa yang dimulai sebagai perang lokal antara Israel dan Hamas, berkembang menjadi konflik regional dan, pada gilirannya, konfrontasi langsung antara musuh bebuyutan Iran dan AS.

Lebih dari dua setengah tahun kemudian, Gaza tetap terperangkap dalam krisis kemanusiaan yang parah. Meskipun gencatan senjata dicapai antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025, upaya untuk benar-benar mengakhiri perang terhenti selama berbulan-bulan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags