Polresta Surakarta tengah menyelidiki kasus penemuan bayi laki-laki yang diduga baru berusia beberapa hari di dalam toilet Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng, Sabtu (4/7) pagi. Fokus penyelidikan saat ini adalah menelusuri rekaman kamera pengawas di sejumlah stasiun untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi tersebut.
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan barang bukti. "Satreskrim Polresta Surakarta bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari telah melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku yang diduga meninggalkan bayi tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/7).
Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi stabil dan saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Surakarta. "Untuk bayi tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Surakarta," jelas Harno.
Peristiwa bermula saat petugas kereta menemukan bayi tersebut di toilet gerbong eksekutif 3 KA Sancaka 84B sekitar pukul 07.20 WIB. Kereta yang tengah dalam perjalanan itu kemudian menyerahkan bayi ke Pos Kesehatan Stasiun Solo Balapan, stasiun terdekat. Setelahnya, kereta melanjutkan perjalanan pada pukul 07.33 WIB.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor. "Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan guna membantu kami dalam proses penyelidikan sehingga pelaku dapat segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Harno.
Artikel Terkait
Bayi Ditemukan Hidup di Toilet Kereta Sancaka, Dievakuasi di Solo
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Toilet Kereta Api Sancaka
Bayi Baru Lahir Ditemukan di Banyuasin, Polisi Selidiki Dugaan Penelantaran