Kemenangan telak Belgia atas Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan catatan manis di atas lapangan. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, justru melontarkan kritik tajam terhadap keputusan FIFA yang ia nilai sarat campur tangan politik.
Belgia memastikan langkah ke perempat final setelah membungkam tuan rumah dengan skor 4-1 pada Selasa (7/7/2026). Charles De Ketelaere menjadi bintang lewat dua golnya pada menit kesembilan dan ke-33. Dua gol tambahan dicetak Hans Vanaken (57') dan Romelu Lukaku (90 3'). Satu-satunya gol balasan AS lahir dari Malik Tillman pada menit ke-31.
Namun, perhatian Garcia justru tertuju pada kontroversi yang mengiringi laga. Sebelum pertandingan, FIFA memutuskan menangguhkan hukuman kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun. Keputusan itu memicu spekulasi adanya tekanan politik setelah Presiden AS, Donald Trump, disebut ikut campur.
"Semua yang bisa saya katakan adalah sepak bola menang atas politik hari ini. Sepak bola adalah permainan yang indah, dan saya benci melihat beberapa orang yang memiliki kekuasaan merusaknya," ujar Garcia usai pertandingan, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Meski Balogun akhirnya diizinkan tampil, Garcia menilai keputusan itu tidak berdampak pada jalannya laga. "Dia tidak memberikan dampak apa pun dalam pertandingan. Awalnya saya sempat tidak senang, tetapi setelah 15 menit pertama berjalan, saya tahu dia tidak akan menjadi ancaman bagi kami," lanjut pelatih berusia 62 tahun itu.
Garcia kemudian memuji penampilan disiplin anak asuhnya. Ia bangga melihat Kevin De Bruyne dan kawan-kawan mampu menjalankan strategi dengan sempurna. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pendukung Belgia yang rela begadang demi mendukung tim.
"Saya rasa saat ini sudah jam 4 pagi di Belgia. Kepada semua orang yang bangkit di tengah malam untuk mendukung kami, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka harus merasa bahagia dan bangga kepada para pemain hari ini. Kami menunjukkan bahwa Belgia adalah negara sepak bola yang besar," tuturnya.
Namun, kemenangan itu dibayangi cedera serius yang dialami gelandang andalan Belgia, Amadou Onana. "Satu kekecewaan terbesar dan menjadi awan mendung bagi kami malam ini adalah cederanya Amadou Onana. Kami merasa berutang budi kepadanya untuk terus berjuang di babak kedua, memenangkan pertandingan, dan lolos ke perempat final," pungkas Garcia.
Artikel Terkait
Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Enam Tim Sudah Pasti
Kartu Merah Folarin Balogun Picu Desakan Anggota Parlemen Inggris agar FIFA Berlaku Adil
Enam Negara Pastikan Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026, Belgia Terbaru
Trump Intervensi ke FIFA, Kartu Merah Balogun Dibatalkan