Satuan Tugas TNI di bawah Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil mengamankan 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, dan 47 pucuk senjata api dari berbagai jenis selama operasi Semester I Tahun 2026 di Papua. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya memberantas penyelundupan dan peredaran barang ilegal di wilayah tersebut.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengungkapkan, sejak Januari hingga Juni 2026, TNI menangani 4 kasus penyelundupan senjata dan amunisi, 2 kasus BBM ilegal, 6 kasus penyelundupan satwa, 5 kasus narkotika, dan 24 kasus peredaran minuman keras ilegal. "Selama Semester I Tahun 2026, Satgas TNI telah berhasil dilakukan penindakan terhadap... berbagai kasus," kata Lucky dalam keterangannya, Senin (6/7).
Dalam pemberantasan narkotika, Satgas TNI mengungkap 30 kasus yang didominasi peredaran ganja, termasuk penemuan ladang ganja dan penggagalan penyelundupan melalui jalur udara, laut, dan perbatasan. "Sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering dan sejumlah ladang ganja siap panen... berhasil ditemukan dan diamankan Satgas TNI, beserta puluhan tersangka yang di antaranya terdapat WNA, yang kami serahkan kepada Polri untuk diproses hukum lebih lanjut," ujarnya.
Selain narkotika, TNI juga menyita puluhan senjata api yang diduga berkaitan dengan kelompok separatis bersenjata. "Satgas TNI juga mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta puluhan komponen, suku cadang dan ratusan butir amunisi, uang tunai, serta dokumen, atribut dan berbagai perlengkapan kelompok separatis, yang menamakan diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka-Operasi Papua Merdeka (TPNPB OPM)," tutur Lucky.
Menurut dia, penyitaan senjata tersebut penting untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil. "Tidak dapat kita bayangkan jika senjata-senjata tersebut, masih dikuasai oleh OPM. Tak terbayang berapa lagi korban yang tidak bersalah, harus terluka bahkan meregang nyawa, jika senjata-senjata tersebut berada di tangan mereka," katanya.
Artikel Terkait
54 Anggota OPM Diamankan, 59 Lainnya Kembali ke NKRI Selama Operasi Semester I 2026
Gletser Puncak Jaya Kritis, Tersisa 2 Persen dari Luas 1988
Gempa M 4,7 Guncang Sarmi Papua, Berpusat di Darat
Pemerintah Kembangkan 83 Ribu Hektare Cetak Sawah di Papua, Merauke Jadi Pusat Pangan