Pemerintah Kembangkan 83 Ribu Hektare Cetak Sawah di Papua, Merauke Jadi Pusat Pangan

- Senin, 06 Juli 2026 | 02:00 WIB
Pemerintah Kembangkan 83 Ribu Hektare Cetak Sawah di Papua, Merauke Jadi Pusat Pangan

Pemerintah terus mempercepat pengembangan pangan nasional dengan menjadikan Papua sebagai salah satu kawasan prioritas. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 83.030 hektare lahan cetak sawah telah dibuka di seluruh wilayah Papua.

Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare, disusul Papua seluas 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare. Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa Merauke memegang peran kunci sebagai tulang punggung pangan di tanah Papua.

“Lebih dari separuh program cetak sawah di tanah Papua dan hampir seluruh program optimalisasi lahan berada di Merauke. Ini menunjukkan Merauke menjadi pusat pengembangan pangan di Tanah Papua,” ujar Apolo di Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (4/7).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh program cetak sawah di Papua diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua. Ia memastikan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat adat, melainkan justru meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” ujar Amran di Merauke.

Amran menjelaskan, pengembangan pertanian di Merauke telah menunjukkan hasil nyata. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00, sementara produktivitas padi turut melonjak. Produksi beras, luas panen, dan pendapatan petani juga terus meningkat.

Pemerintah tidak hanya membuka sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern. Alat mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, hingga pendampingan intensif disediakan untuk petani. “Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tutur Amran.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags