Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pilot Misi Kemanusiaan di Papua

- Minggu, 05 Juli 2026 | 06:35 WIB
Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pilot Misi Kemanusiaan di Papua

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengecam keras insiden penembakan terhadap pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) Air yang menewaskan pilot Nicholas Francis Gosselin di Lapangan Terbang Ipdeheik, Kamis (2/7/2026). Penyerahan jenazah dilakukan di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026), dihadiri oleh Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus mewakili PT AMA.

Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya pilot yang tengah menjalani misi kemanusiaan. Pilot tersebut diduga ditembak dan pesawatnya dibakar oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNB).

"Atas nama Tentara Nasional Indonesia, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Almarhum gugur saat menjalankan misi kemanusiaan untuk melayani masyarakat di pedalaman Papua," ujar Lucky dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

Ia juga mengutuk keras aksi penembakan tersebut. "Kami mengutuk keras tindakan yang merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," tambahnya.

Lucky mengapresiasi evakuasi dan pengawalan proses penyerahan jenazah yang dilakukan prajurit TNI. Ia menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan wilayah demi kelancaran pelayanan kemanusiaan di Papua.

Senada, Uskup Jayapura Yanuarius Teofilus Matopai You menuturkan bahwa PT AMA telah puluhan tahun menjalankan misi kemanusiaan di pedalaman Papua. Ia pun mengutuk keras penembakan yang menewaskan pilot tersebut.

"Misi AMA adalah misi kemanusiaan. Pesawat-pesawat kami hadir untuk melayani masyarakat pedalaman. Kami mengutuk keras tindakan penembakan dan pembakaran pesawat yang telah merenggut nyawa seorang pelayan kemanusiaan," tutur Yanuarius.

Jenazah Nicholas Francis Gosselin diterbangkan dari Timika menuju Sentani menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737, dikawal langsung oleh Koops TNI Habema. Proses penyerahan dipimpin Pangkogabwilhan III bersama Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga. Penghormatan militer diberikan sebelum jenazah diserahkan.

Penyerahan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kepada PT AMA yang diwakili Uskup Jayapura. Jenazah kemudian disemayamkan dan dilakukan ibadah penguatan di Hanggar PT AMA di Sentani.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags