Polisi mengungkap bahwa seorang karyawan Pedal Padel di Jakarta Selatan yang dituduh mencuri raket disekap di dua ruangan berbeda: lift dan gudang. Penyekapan berlangsung selama tiga hari.
"Untuk penyekapan dilakukan di dua ruangan tersebut. Jadi sebelumnya dia di lokasi lift, kemudian dari lokasi lift dipindahkan ke lokasi gudang di sebelahnya," kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Satrio, kepada wartawan, Senin (6/7/2026).
Aksi penyekapan itu bermula dari niat pelaku menginterogasi korban terkait dugaan pencurian raket. Namun, proses interogasi berjalan alot karena korban dinilai memberikan keterangan yang berbelit-belit. "Awalnya tidak direncanakan, jadi hanya mau menginterogasi saja. Nah, kemudian karena prosesnya mungkin agak berbelit-belit, sehingga jadi terlalu lama ditahan," ujar Satrio.
Pelaku terus menekan korban untuk mengaku di mana raket dijual. "Sampai mungkin dia (pelaku) ingin mengetahui di mana raketnya dijual dan sebagainya. Jadi mungkin dari pihak korban sendiri menerangkannya belum jelas, sehingga berujung lama dalam hal menginterogasi," sambungnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah alat bukti, termasuk sampel darah dan alat yang digunakan untuk menyekap korban. "Karena dirasa sudah cukup, untuk TKP ini kita ambil (bukti), baik sampel darah ataupun alat-alat yang dipakai untuk menyekap korban," pungkas Satrio.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Awal Mula Penyekapan Karyawan yang Dituduh Curi Raket di Padel
Polisi Tangkap Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
Pembebasan Lahan Jalan Tembusan Pasar Minggu–Tanjung Barat Berlangsung, Sebagian Warga Bertahan
Viral Pemotor Ninja Pukul Pengendara Lain di Jagakarsa, Polisi Kantongi Identitas Pelaku