Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membebaskan lahan untuk proyek jalan sejajar rel yang menghubungkan Pasar Minggu ke Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Sebagian besar warga telah menjual tanah mereka, namun beberapa masih memilih bertahan karena belum sepakat dengan harga ganti rugi.
Lukman (62), warga RT 12/RW 7, termasuk yang sudah menjual tanah dan bangunannya. Ia mengaku tidak keberatan dengan nilai ganti rugi yang ditawarkan. Menurutnya, sosialisasi pembebasan lahan sudah berlangsung lama dan warga kerap bertemu dengan petugas kelurahan.
"Kemudian setelah datang, memang alasan utama sih untuk kepentingan umum ya. Jadi kita sebagai warga ya, karena alasan seperti itu ya nggak bisa apa-apa ya, karena untuk kepentingan umum," ujar Lukman saat ditemui di lokasi, Minggu (5/7/2026).
Lukman menuturkan rata-rata warga mendapat uang pengganti Rp 8 juta per meter persegi untuk tanah dan Rp 2 juta per meter persegi untuk bangunan. Rumah warga yang sudah menerima uang mulai dibongkar, sementara yang belum masih bertahan.
"Variasi ya (harganya), variasi. Itu kan yang nilai MAPI katanya. Katanya kan MAPI itu pihak independen ya. Itu saya nggak tahu ya, surveinya itu berdasarkan apa gitu, sehingga ketika kita hadir di sana, tahu-tahu kita sudah dikasih amplop aja gitu. Tiap-tiap masing-masing bidang tuh beda-beda," jelas dia.
Berbeda dengan Fitriyanto, warga RT 7/RW 7, yang memilih bertahan karena belum sepakat dengan harga yang ditawarkan. Ia menilai bangunan miliknya lebih layak dibandingkan properti di sekitarnya.
"Bangunan saya itu bangunan paling bagus di tempat, dari ujung Lebak sampai ini bangunan saya paling bagus, yang tingkat permanen. Disamain sama bangunan lama harganya, Rp 2 juta per meter. Disamain sama ini juga bangunan lama Rp 2 juta per meter. Ya saya rugilah," ujar Fitriyanto.
Artikel Terkait
Viral Pemotor Ninja Pukul Pengendara Lain di Jagakarsa, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Polisi Selidiki Video Viral Pengendara Motor Aniaya Lawan di Jagakarsa
Pengungsi Kembali Berdatangan di Pinggir Jalan Kantor UNHCR Jakarta
Ruben Onsu Dampingi Betrand Peto Manggung, Ekspresi Bangga Tak Terbendung