Finlandia Incar Dukungan Indonesia untuk Kursi DK PBB 2029-2030

- Senin, 06 Juli 2026 | 11:12 WIB
Finlandia Incar Dukungan Indonesia untuk Kursi DK PBB 2029-2030

Finlandia berharap mendapat dukungan Indonesia dalam pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030. Harapan itu disampaikan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, dalam wawancara eksklusif di kediamannya di kawasan Senayan, Jakarta.

Kaihilahti membenarkan bahwa negaranya tengah mencari dukungan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut dia, kursi di DK PBB semakin penting di tengah situasi geopolitik global yang terus berubah.

"Bagi kami, posisi itu selalu penting karena Finlandia sangat menjunjung sistem internasional berbasis aturan dan penghormatan terhadap hukum internasional. Namun, dalam situasi geopolitik saat ini, hal itu menjadi semakin penting," ujarnya.

Ia menambahkan, dunia membutuhkan lebih banyak anggota DK PBB yang berkomitmen menjaga sekaligus memperkuat sistem internasional berbasis aturan. "Kami membutuhkan anggota Dewan Keamanan yang berkomitmen mempertahankan sistem tersebut sekaligus mengembangkannya. Itulah pertimbangan utama di balik pencalonan kami," kata Kaihilahti.

Empat Prioritas Jika Terpilih

Dalam keterangan tertulis, Finlandia menyebut akan membawa empat prioritas apabila terpilih. Prioritas tersebut meliputi pencegahan konflik melalui mediasi dan penyelesaian sengketa secara damai, membela hukum internasional, membangun kemitraan antarnegara, serta menghadirkan solusi konkret melalui pengalaman Finlandia dalam misi penjaga perdamaian PBB, mediasi, keadilan internasional, dan pembangunan perdamaian yang inklusif.

Kaihilahti menyebut isu perdamaian menjadi salah satu prioritas utama. Finlandia ingin memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang memiliki visi serupa dalam menjaga sistem internasional. "Kami membutuhkan kemitraan, khususnya dengan negara-negara yang memiliki pandangan yang sama dan ingin mempertahankan sistem ini," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia menjadi salah satu mitra penting Finlandia, terutama dalam isu perdamaian. "Kami menantikan kerja sama dengan Indonesia karena saat ini kami sudah banyak bekerja sama, khususnya di sektor perdamaian," jelasnya.

Makin Dekat dengan ASEAN

Selain mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Finlandia juga semakin memperkuat hubungannya dengan Asia Tenggara melalui aksesi ke Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN. Menurut Kaihilahti, langkah tersebut dilandasi pertimbangan yang sama dengan pencalonan di DK PBB.

"Pada dasarnya pemikirannya sama. Bersama Uni Eropa, kami memandang ASEAN sebagai organisasi regional yang sangat sukses sekaligus pendukung sistem berbasis aturan," ujarnya. Finlandia ingin menunjukkan solidaritas dan komitmen terhadap ASEAN, serta bekerja sama menjaga tatanan internasional yang selama ini dinilai memberi manfaat bagi banyak negara.

Saat ditanya apakah hubungan Finlandia dan ASEAN akan semakin penting ke depan, Kaihilahti menjawab singkat. "Ya, itulah visi kami dan itulah yang kami inginkan," katanya.

Pernah Dua Kali Duduk di DK PBB

Finlandia sebelumnya pernah dua kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni pada periode 1969-1970 dan 1989-1990. Kini Finlandia kembali mencalonkan diri untuk periode 2029-2030. Dalam dokumen pencalonannya, Finlandia menegaskan siap kembali mengemban tanggung jawab tersebut dengan berfokus pada pencegahan konflik, penguatan hukum internasional, pembangunan kemitraan, serta penyelesaian berbagai tantangan global melalui kerja sama internasional.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags