Gus Nur memberikan tanggapan atas vonis 10 tahun penjara yang dijatuhkan kepada Nadiem Makarim. Dalam pernyataannya, ia mengaku tidak merasa bahagia maupun sedih dengan putusan tersebut. Ia justru menyoroti keputusan Nadiem untuk mendekat ke lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo.
"Kenapa harus kenal Jokowi? Bukankah sudah enak-enak jadi pebisnis? Jadi usahawan, punya keluarga yang baik-baik, bahagia, nggak ada masalah. Terus kenapa harus kenal sama Jokowi? Kenapa mau dirayu-rayu Jokowi? Rezim Jokowi, ya ini akibatnya," ujar Gus Nur.
Ia menambahkan bahwa penyesalan tidak akan mengubah keadaan. "Nasi sudah jadi bubur, nggak usah disesali, kenapa harus nangis? Saya nggak menyalahkan Anda, silakan nangis sepuas-puasnya, tapi tangisanmu nggak akan menyelesaikan apa-apa," katanya.
Gus Nur juga mengomentari pembelaan Nadiem yang menyatakan hanya menjalankan kebijakan Presiden Jokowi. "Saya nggak telaten denger orang yang ngomongnya lembek-lembek, lemah-lembut gini. Sudah nggak usah lagi tata kerama, kalau memang Jokowi terlibat, sebut terlibat, nggak usah lemah-lembut, nggak usah nangis, nggak usah merengek-rengek," tegasnya.
Menurut Gus Nur, siapa pun yang merapat ke rezim Jokowi pasti akan mengalami kehinaan dalam hidupnya. "Kesimpulan dan keyakinan saya, siapapun yang merapat ke rezim Jokowi pasti hina hidupnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Peneliti: Prabowo Dikhawatirkan Tolak Duet dengan Gibran di Pilpres 2029
Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Picu Faksionalisme di Lingkaran Elite
Pengamat Catat 10 Poin Pernyataan Dokter Tifa Usai Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik
Jokowi Dijadwalkan Safari Politik Keliling Jateng Bersama PSI