Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand di Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7). Narkotika tersebut direncanakan menjadi bahan baku cairan rokok elektrik atau vape.
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama BNN dengan Bea Cukai. Selain di Gresik, sekitar 20 kilogram barang bukti juga diamankan di Purwakarta. Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Kombes Pol Didik Hariyanto menyatakan bahwa jaringan ini melibatkan Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
"Alhamdulillah sama-sama kita lihat pada siang hari ini pengungkapan narkotika jaringan internasional dari Thailand dan Indonesia melewati Malaysia. Ini jumlahnya adalah 3,37 ton. Ini ada di Gresik dan ada di Purwakarta," kata Didik di Gresik.
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan, narkotika diselundupkan melalui jalur impor resmi menggunakan kontainer. Barang haram itu disembunyikan di antara 500 koper dan 80 bal kardus produk lateks di dalam empat kontainer, lengkap dengan dokumen kepabeanan yang tampak sah.
"Barang haram tersebut disamarkan. Ya, di antara tumpukan koper dan produk lateks. Dilengkapi dokumen kepabeanan yang tampaknya sah. Seakan-akan negara dikelabui oleh administrasi yang begitu rapi," ujar Suyudi.
Berdasarkan informasi intelijen, kuncup bunga ganja itu akan diolah menjadi ekstrak tetrahydrocodone hidrokanabinol (THC) yang digunakan sebagai cairan isi ulang atau cartridge rokok elektrik. "Inilah tantangan baru yang harus kita hadapi bersama. Ketika narkotika berusaha masuk melalui lifestyle, gaya hidup, teknologi dan tren konsumsi generasi muda kita," kata Suyudi.
Tim gabungan telah mengamankan dan memeriksa 12 orang terduga pelaku dengan peran berbeda, dari sopir hingga petugas kargo. Satu warga negara asing berinisial A turut diamankan. "Nah, ini sedang kita kembangkan karena dia tidak sendiri. Warga negara asing ini ada yang sudah melarikan diri ke negara sebelah. Tim kita sudah turun dan berkoordinasi dengan negara tetangga," ucap Didik.
Dari penyitaan ini, BNN menyelamatkan potensi penyalahgunaan terhadap 10.114.200 jiwa generasi bangsa dan mencegah potensi kerugian ekonomi hingga Rp4,585 triliun.
Dirjen Bea Cukai Jaka Budi Utama mengatakan bisnis narkotika ini merupakan bagian dari jaringan internasional yang melibatkan China, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Penyelundupan terungkap setelah petugas menemukan anomali pada komoditas saat pemeriksaan X-ray di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. "Sehingga kami melakukan cek terhadap barang yang dicurigai. Setelah ditentukan bahwa itu barang terlarang, kami berkoordinasi dengan BNN dan melakukan kontrol delivery sampai ke Gresik," kata Jaka.
Artikel Terkait
BNN Sita 3,37 Ton Ganja di Gudang Gresik, 12 Orang Ditangkap
BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand di Gudang Gresik
Gunungan 3.000 Bungkus Nasi Krawu di Gresik Raih Rekor Dunia MURI
Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung, Warisan Budaya yang Hidup dan Ekonomis