Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung, Warisan Budaya yang Hidup dan Ekonomis

- Minggu, 28 Juni 2026 | 11:15 WIB
Gresik Resmikan Rumah Kreasi Damar Kurung, Warisan Budaya yang Hidup dan Ekonomis

Kabupaten Gresik tak hanya dikenal sebagai kota industri atau kota santri. Daerah itu juga menyimpan warisan sejarah dan seni budaya yang adiluhung, salah satunya damar kurung yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meresmikan Rumah Kreasi Damar Kurung sekaligus membuka pameran lukisan damar kurung melintas waktu di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, Sabtu (27/6/2026). Yani berharap rumah kreatif itu menjadi episentrum generasi muda dalam menjaga identitas budaya.

"Mudah-mudahan langkah strategis ini mampu mengubah potensi kreativitas seniman lokal menjadi sebuah ekosistem yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan," kata Yani dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

Menurut Yani, damar kurung bukan sekadar lampion kayu berhias kertas lukis. Di balik pendar cahayanya, ada narasi kehidupan, tradisi, nilai-nilai sosial, dan spiritualitas masyarakat muslim pesisir Gresik yang terekam dengan jujur. "Melalui goresan tangan maestro kita, Mbah Masmundari, damar kurung telah berkelana jauh, memperkenalkan wajah Gresik ke panggung seni rupa dunia," tuturnya.

Peresmian Rumah Kreasi Damar Kurung merupakan wujud nyata komitmen pemerintah kabupaten bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga agar api kreativitas tidak padam. Tempat ini didedikasikan sebagai pusat pembelajaran, wadah inkubasi kreatif bagi generasi muda, sekaligus ruang bertemunya para seniman untuk terus menghidupkan ikon kebanggaan Gresik. "Kita ingin memastikan bahwa anak cucu kita ke depan tidak hanya mendengar nama damar kurung dari buku sejarah, tetapi mampu melukis dan memaknainya secara langsung," jelasnya.

Yani mengapresiasi pameran yang bertajuk 'Damar Kurung Melintas Waktu'. Menurutnya, tema itu membawa pesan kuat bahwa seni tradisional harus terus relevan dengan perkembangan zaman. "Damar kurung harus mampu melintasi sekat-sekat generasi dari masa lalu Mbah Masmundari, masa kini di tangan para perupa modern, hingga masa depan di era digital. Pameran ini adalah bukti bahwa damar kurung adalah seni yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi," tuturnya.

Ia berharap kehadiran rumah kreasi dan pameran ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi seni, tetapi juga terintegrasi secara kuat dengan sektor pariwisata daerah. Dengan begitu, ruang kreatif ini dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih luas, sehingga sektor kesenian mampu memberikan dampak nyata dan bertransformasi menjadi nilai ekonomi yang menyejahterakan para pelaku seni serta masyarakat lokal.

Ketua Panitia Pembukaan Rumah Kreasi dan Pameran Lukisan Damar Kurung Melintas Waktu, Muhammad Anhar, menyampaikan bahwa rumah kreasi ini diharapkan menjadi episentrum kreatif yang mendorong generasi muda melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya. "Saya berharap tempat ini menginspirasi anak muda di Gresik untuk terus berkarya, menghargai, dan meneruskan jejak perjuangan para maestro seni daerah. Selain itu, wadah kolaborasi anak muda untuk belajar, berbagi, dan menghidupkan seni tanpa harus berbayar atau gratis," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Parekrafbudpora Kabupaten Gresik Saifuddin Ghozali, seniman dan budayawan senior Gresik Kris Adji, para saksi sejarah, budayawan, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta keluarga besar maestro Damar Kurung, almarhumah Mbah Masmundari.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags