PBSA Bagikan Dividen Rp60 Per Saham, Total Rp179,09 Miliar

- Kamis, 02 Juli 2026 | 17:35 WIB
PBSA Bagikan Dividen Rp60 Per Saham, Total Rp179,09 Miliar

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membagikan dividen tunai sebesar Rp179,09 miliar atau setara Rp60 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Rasio pembayaran mencapai sekitar 56 persen dari laba bersih.

Selain dividen, perseroan mengalokasikan Rp20 miliar untuk dana cadangan sesuai ketentuan undang-undang. Sisanya akan menambah saldo laba guna mendukung operasional dan pengembangan usaha.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan konstruksi swasta ini membukukan pendapatan Rp1,59 triliun, tumbuh 38 persen dibandingkan 2024. Laba bersih naik 49 persen menjadi Rp320 miliar. Kinerja keuangan yang solid tercermin dari Return on Assets (ROA) sebesar 22,5 persen dan Return on Equity (ROE) 34,5 persen.

Direktur Utama Vincentius Susanto mengatakan, pencapaian pada 2025 merupakan hasil konsistensi dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada kualitas proyek, disiplin operasional, dan tata kelola perusahaan yang baik. “Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental usaha melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan peluang bisnis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Pada 2025, PBSA memperkuat portofolio proyek di sektor industri, antara lain proyek pulp and paper di Sumatera Selatan dan Karawang, Jawa Barat. Perseroan juga mengembangkan anak usahanya, PT Plaza Paramita Sejahtera, sebagai bagian dari optimalisasi aset.

Perseroan terus meningkatkan tata kelola dengan meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang, PBSA menyelesaikan program buyback saham pada Februari–Maret 2026 dengan dana Rp100 miliar dari kas internal.

Memasuki 2026, PBSA membidik pendapatan Rp1,7 triliun dengan laba usaha sebelum pajak Rp260 miliar. Strategi yang disiapkan meliputi penguatan kualitas eksekusi proyek, peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi modal kerja, serta selektivitas dalam memperoleh proyek baru yang memiliki profil risiko terukur dan margin sehat.

“Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, portofolio proyek yang terus berkembang, tata kelola perusahaan yang semakin baik, serta strategi bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, PBSA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang fokus pada pembangunan fasilitas industri di Indonesia,” ujar Vincentius.

Berikut jadwal pembagian dividen PBSA:

Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Juli 2026
Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Juli 2026
Cum Dividen di Pasar Tunai: 10 Juli 2026
Ex Dividen di Pasar Tunai: 13 Juli 2026
Pembayaran Dividen: 31 Juli 2026

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags