Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai serangan bertubi-tubi yang dilancarkan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar terhadap Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa merupakan bentuk ketakutan yang semakin membesar. Menurutnya, serangan Rismon justru bertolak belakang dan menunjukkan inkonsistensi.
"Rismon merasa lebih pintar, tapi faktanya ia terlihat bodoh daripada Roy Suryo dan Dokter Tifa. Ia menjilat ludahnya sendiri, sementara Roy Suryo dan Dokter Tifa tidak melakukan hal itu," kata Erizal, Rabu 1 Juli 2026.
Erizal juga melihat kekhawatiran Rismon apabila Roy Suryo dan Dokter Tifa divonis bebas oleh hakim dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah. "Sementara keaslian ijazah Jokowi justru terus dipertanyakan," imbuhnya.
Sebelumnya, permohonan Restorative Justice (RJ) yang diajukan Rismon dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo telah dikabulkan oleh Polda Metro Jaya. Kepolisian resmi menghentikan penyidikan dan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Jokowi Curigai Strategi Pecah Sidang di Balik Praperadilan Roy Suryo
Roy Suryo Sebut Penggeledahan Rumahnya Langgar Prosedur, Tak Ada RT/RW
Rismon Dinilai Iri dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa karena Konsisten Persoalkan Ijazah Jokowi
Dokter Tifa Bantah Tudingan Utang, Sebut Apartemen Disita Akibat Usaha yang Runtuh