British American Tobacco (BAT), perusahaan rokok raksasa di balik merek Lucky Strike dan Dunhill, akan memangkas sekitar 9.000 pekerja di seluruh dunia sebagai bagian dari langkah penghematan biaya besar-besaran. Dari jumlah tersebut, 5.500 posisi akan dihapus langsung, sementara 3.500 posisi lainnya akan dialihkan ke pihak ketiga melalui outsourcing.
Keputusan ini diambil di tengah penurunan penjualan rokok tradisional yang terus menyusut, seiring perokok beralih ke produk alternatif seperti vape dan kantong nikotin. BAT sendiri telah mengalihkan fokusnya ke produk-produk tersebut, termasuk vape Vuse dan kantong nikotin Velo, namun penjualan dan margin keuntungannya masih lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan yang saat ini mempekerjakan sekitar 47.000 orang secara global itu belum merinci lokasi pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, BAT memastikan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak terdampak. Padahal, AS merupakan pasar terbesar BAT, dan penjualan di sana terpukul oleh kenaikan biaya hidup yang mendorong perokok beralih ke merek yang lebih murah.
Selain itu, BAT juga berjuang melawan kenaikan bea masuk dan peraturan yang lebih ketat di beberapa pasar. Regulator di AS dinilai bersikap keras dalam menyetujui lisensi produk baru seperti vape. Menurut BAT, kondisi ini memicu masuknya produk ilegal dari China, yang kemudian menekan penjualan dan pangsa pasar perusahaan.
Artikel Terkait
Mobil Damkar Terguling di Pantura Demak Saat Menuju Lokasi Kebakaran
118 Bangunan Liar di Sempadan Kali Angke Dibongkar, Upaya Normalisasi Sungai
Penuaan Biologis Lebih Cepat Diduga Tingkatkan Risiko Kanker pada Generasi Muda
Kebakaran di Banjar, 5 Rumah Hangus dan Satu Rusak Berat