Sebuah studi global yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine mengungkap kemungkinan baru di balik meningkatnya angka kanker pada generasi muda: penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat. Riset yang dilakukan tim PROSPECT dalam program Cancer Grand Challenges Initiative ini menemukan bahwa generasi muda saat ini tampak mengalami penuaan biologis lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, yang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena beberapa jenis kanker di usia dini.
Penelitian tersebut juga mengidentifikasi hubungan antara usia biologis organ tertentu dengan jenis kanker spesifik. Misalnya, sistem imun yang menunjukkan tanda-tanda penuaan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru usia dini, sementara penuaan jaringan lemak berhubungan dengan risiko kanker kolorektal yang muncul lebih awal.
“Jika kita dapat mengidentifikasi orang muda dengan risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita bisa memfokuskan strategi pencegahan dan deteksi dini kepada kelompok yang paling berpotensi mendapatkan manfaat dari intervensi awal,” kata Yin Cao dari Washington University dalam pernyataan yang dikutip IFLScience.
Apa Itu Usia Biologis?
Usia biologis adalah ukuran untuk melihat seberapa besar keausan yang dialami tubuh dibandingkan usia kronologis seseorang. Sebagai contoh, dua orang berusia 50 tahun secara kronologis, namun perokok aktif kemungkinan memiliki usia biologis lebih tua, terutama pada organ paru-parunya, dibanding yang tidak merokok.
Menentukan usia biologis tidak semudah membaca kalender. Metodenya beragam, mulai dari pola perubahan DNA, panjang telomer, kadar penanda kimia dalam darah, hingga kombinasi berbagai indikator. Salah satu metode yang digunakan dalam studi ini adalah PhenoAge, yang menghitung usia biologis berdasarkan sembilan penanda biokimia dalam darah, termasuk albumin dan kreatinin. Selain itu, tim juga menggunakan Klemera and Doubal Method (KDM), yang dinilai sebagai metode paling andal dalam tinjauan ilmiah tahun 2025 karena mampu memprediksi risiko kematian dan melacak usia kronologis dengan baik.
Analisis Data Lebih dari 150 Ribu Orang
Peneliti menerapkan metode tersebut pada data 154 ribu peserta UK Biobank, studi jangka panjang yang merekrut sekitar setengah juta orang berusia 40 hingga 69 tahun antara 2006 hingga 2010. Dalam konteks diagnosis kanker, seseorang di bawah 55 tahun umumnya dikategorikan sebagai kelompok usia muda. Data itu diperkaya dengan informasi dari sekitar 10 ribu peserta program riset All of Us milik National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat yang dimulai pada 2018.
Hasilnya, individu di Inggris yang lahir antara 1965 hingga 1974 memiliki usia biologis rata-rata 23 persen lebih tinggi dalam satu standar deviasi dibanding kelompok yang lahir pada 1950–1954, setelah memperhitungkan usia kronologis. Secara sederhana, kelompok yang lebih muda mengalami pergeseran menuju kondisi tubuh yang secara biologis tampak lebih tua dibanding generasi sebelumnya di usia yang sama. Pola serupa ditemukan pada data AS, bahkan peningkatannya lebih besar: peserta yang lahir antara 1990–1999 memiliki usia biologis 92 persen lebih tinggi dalam satu standar deviasi dibanding mereka yang lahir pada 1965–1969. Namun peneliti mengingatkan tingkat keyakinan terhadap angka di AS lebih rendah karena jumlah responden yang dianalisis lebih sedikit.
Risiko Kanker Naik, Tapi Bukan Berarti Mayoritas Anak Muda Akan Terkena
Penelitian ini menemukan bahwa setiap peningkatan satu standar deviasi pada usia biologis berkaitan dengan kenaikan risiko sebesar 8 persen untuk kanker padat usia dini. Sebagai gambaran, sekitar 450 dari setiap 100 ribu warga Amerika didiagnosis kanker setiap tahun. Jika peningkatan risiko relatif sebesar 8 persen diterapkan, maka setara dengan tambahan sekitar 36 kasus per 100 ribu orang. Namun peneliti menekankan bahwa orang yang lebih tua tetap memiliki risiko kanker yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok muda.
Dalam wawancara dengan BBC pada April lalu, Cancer Research UK menyebut sekitar 1 dari 1.000 orang usia 20 hingga 40 tahun mendapat diagnosis kanker setiap tahun, sementara pada kelompok usia 50 hingga 70 tahun angkanya mencapai sekitar 1 dari 100 orang.
“Studi ini menunjukkan bahwa orang yang secara biologis tampak lebih tua dibanding usia mereka mungkin memiliki sedikit peningkatan risiko mengalami beberapa jenis kanker lebih awal dalam hidup,” kata Jyoti Nangalia dari Wellcome Sanger Institute, yang tidak terlibat dalam penelitian. Menurut Nangalia, pengukuran usia biologis kemungkinan menangkap efek gabungan dari banyak faktor seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Karena itu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memahami secara pasti apa yang sebenarnya tercermin dari pengukuran tersebut.
Sementara Direktur Cancer Grand Challenges David Scott menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai penyebab meningkatnya kanker usia dini di dunia. “Studi seperti ini membantu kita menyusun gambaran yang lebih besar. Kanker mungkin tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan di dalam sel individu, tetapi juga perubahan yang terjadi di seluruh tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.