Perum Bulog membuka pintu gudangnya bagi kalangan akademisi untuk melihat langsung pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Kunjungan akademik mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Gudang Bulog Sunter, Jakarta Utara, menjadi ajang edukasi tentang tata kelola penyimpanan beras nasional.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapat pemaparan mulai dari proses penerimaan, pengendalian kualitas, hingga sistem penyimpanan beras. Mereka juga mengunjungi Sentra Pengolahan Beras (SPB) untuk menyaksikan proses pembersihan, pemolesan, hingga pengemasan produk siap konsumsi.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen perusahaan membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di bangku kuliah, tetapi juga melihat langsung bagaimana Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dikelola secara profesional," ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
"Gudang Bulog terbuka sebagai sarana edukasi sehingga masyarakat dapat melihat sendiri stok beras nasional terjaga dengan baik. Kondisi gudang yang penuh seperti di Sunter ini juga merupakan gambaran gudang-gudang Bulog di berbagai daerah," tambahnya.
Rizal menjelaskan, pengenalan Sentra Pengolahan Beras diharapkan memberi pemahaman tentang pentingnya hilirisasi pangan yang dijalankan Bulog. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi, dan inovasi pangan.
Buka peluang kerja sama penelitian
Perwakilan mahasiswa UGM, Edwin, mengapresiasi kesempatan tersebut. Menurutnya, kunjungan itu memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat proses pengelolaan beras dari hulu ke hilir.
"Kami mendapat banyak pembelajaran mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pengolahan hingga pengemasan beras. Bahkan kami juga diberi kesempatan mencoba proses pengemasan dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama penelitian antara UGM dan Bulog," kata Edwin.
Mahasiswa lain menilai kunjungan ini memberikan perspektif baru terkait standar penyimpanan dan pengelolaan beras di Bulog, termasuk sistem pergudangan yang tertata, bersih, dan didukung teknologi modern.
Bulog berharap semakin banyak kalangan akademisi dan masyarakat memahami peran strategis perusahaan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan terus diperkuat melalui riset, inovasi, dan pengembangan sektor pangan.
Realisasi pengadaan beras capai 80%
Pada kesempatan yang sama, Rizal mengungkapkan realisasi pengadaan beras Bulog hingga 29 Juni 2026 telah melampaui 80 persen dari target tahun ini, atau lebih dari 3,2 juta ton. Stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,4 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Capaian itu mencerminkan penguatan cadangan pangan nasional sekaligus mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
Artikel Terkait
KPK Kembali Periksa Eks Menpora Dito Ariotedjo sebagai Saksi Korupsi Kuota Haji
Puan Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Lima Peserta Latihan Kemiliteran Meninggal
IHSG Anjlok 2,42% pada Sesi I, Tertekan Aksi Jual di Banyak Sektor
Puan Maharani Respons Safari Politik Jokowi: Hak Semua Warga, Tapi Jaga Kondusivitas