Brazil dan Jepang akan kembali bertemu di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Houston, Selasa dini hari WITA. Di atas kertas ini pertarungan yang sangat timpang: Brazil lima kali juara dunia, Jepang belum pernah lolos sejauh ini di edisi mana pun. Tapi sejarah pertemuan keduanya menyimpan satu kejutan besar yang baru terjadi delapan bulan lalu.
Angka yang sering salah ditulis media
Hal pertama yang membuat penelusuran ini menarik: banyak situs statistik dan media internasional memberi angka berbeda soal berapa kali Brazil dan Jepang sudah bertemu.
Sejumlah situs statistik populer hanya mencatat 10 pertemuan, dengan rekor Brazil tujuh menang, dua seri, satu kalah. Namun angka ini keliru atau lebih tepatnya, tidak lengkap. Database tersebut hanya menghitung laga sejak tahun 2003 dan mengabaikan lima pertemuan di era 1989 sampai 1999.
Catatan yang lengkap menunjukkan keduanya sudah bertemu 14 kali sejak laga perdana tahun 1989. Hasilnya tetap sangat berat sebelah: Brazil menang 11 kali, Jepang menang 1 kali, dan 2 kali imbang. Selisih golnya bahkan lebih telak lagi Brazil mencetak 37 gol, Jepang hanya 8 gol.
Untuk redaksi yang ingin akurat, angka 14 pertemuan inilah yang seharusnya dipakai, bukan angka 10 yang banyak beredar.
Daftar lengkap 14 pertemuan
| Tanggal | Ajang | Hasil |
|---|---|---|
| 23 Juli 1989 | Persahabatan | Brazil 1-0 Jepang |
| 6 Juni 1995 | Persahabatan | Brazil 3-0 Jepang |
| 9 Agustus 1995 | Persahabatan | Jepang 1-5 Brazil |
| 13 Agustus 1997 | Persahabatan | Jepang 0-3 Brazil |
| 31 Maret 1999 | Persahabatan | Jepang 0-2 Brazil |
| 4 Juni 2001 | Piala Konfederasi | Jepang 0-0 Brazil |
| 22 Juni 2005 | Piala Konfederasi | Jepang 2-2 Brazil |
| 22 Juni 2006 | Piala Dunia | Jepang 1-4 Brazil |
| 16 Oktober 2012 | Persahabatan | Jepang 0-4 Brazil |
| 15 Juni 2013 | Piala Konfederasi | Brazil 3-0 Jepang |
| 14 Oktober 2014 | Persahabatan | Brazil 4-0 Jepang |
| 10 November 2017 | Persahabatan | Jepang 1-3 Brazil |
| 6 Juni 2022 | Persahabatan | Jepang 0-1 Brazil |
| 14 Oktober 2025 | Persahabatan (Kirin Cup) | Jepang 3-2 Brazil |
Pola yang tersembunyi di balik angka
Kalau dibaca sekilas, rekor ini hanya cerita soal dominasi Brazil. Tapi kalau ditelusuri berdasarkan urutan waktu, ada pola yang lebih menarik: Jepang sebenarnya terus mendekat sedikit demi sedikit selama tiga dekade.
Di era 1990-an, Jepang dihajar habis-habisan pernah kalah 0-5, 0-3, dan 0-2 tanpa sekali pun mencetak gol ke gawang Brazil. Memasuki 2000-an, mereka mulai bisa menahan. Di Piala Konfederasi 2001 mereka menahan imbang Brazil 0-0, lalu di edisi 2005 mereka bahkan dua kali menyamakan kedudukan untuk hasil akhir 2-2.
Setelah itu sempat mundur lagi. Brazil menang 4-1 di satu-satunya pertemuan mereka di Piala Dunia (2006 di Jerman, dua gol dari Ronaldo), lalu menggilas Jepang 4-0 pada 2012 dan 2014, serta 3-0 di Piala Konfederasi 2013. Pada 2022, jaraknya kembali menipis: Brazil hanya menang tipis 1-0 di Osaka.
Artinya, sebelum Oktober 2025, Jepang sudah enam kali kalah beruntun dari Brazil. Tapi margin kekalahannya makin lama makin kecil.
Malam yang mengubah cerita: Oktober 2025
Inilah titik balik sesungguhnya. Pada 14 Oktober 2025, di kandang sendiri dalam ajang Kirin Cup, Jepang akhirnya menang untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Yang membuatnya lebih istimewa: cara meraihnya. Brazil sempat unggul 2-0 sampai turun minum. Di babak kedua, Jepang membalikkan keadaan lewat gol Takumi Minamino, Keito Nakamura, dan gol penentu dari Ayase Ueda untuk skor akhir 3-2. Satu malam yang mengakhiri 36 tahun penantian sekaligus memutus rentetan enam kekalahan beruntun.
Kemenangan itu bukan kebetulan dari tim lapis dua. Brazil saat itu sudah ditangani Carlo Ancelotti, sementara Jepang dilatih Hajime Moriyasu tim yang di kualifikasi dan laga uji coba menunjukkan kestabilan tinggi.
Lalu, laga hari ini cuma kebetulan atau awal tren baru?
Pertanyaan inilah yang membuat laga di Houston layak ditunggu. Apakah kemenangan 2025 itu anomali sekali seumur hidup, atau tanda bahwa jarak antara kedua tim memang sudah benar-benar menyempit?
Data terbaru memberi sedikit petunjuk. Brazil masuk babak ini sebagai juara Grup C: imbang 1-1 melawan Maroko, lalu menang 3-0 atas Haiti dan 3-0 atas Skotlandia. Mereka unggul peringkat FIFA (ke-5 dunia) dibanding Jepang (ke-17).
Tapi Jepang datang dengan modal yang tak kalah meyakinkan. Mereka lolos sebagai runner-up Grup F di bawah Belanda dan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir empat menang, dua seri, dengan empat kali nirbobol. Pertahanan rapi inilah senjata yang dulu tidak mereka miliki saat dibantai di era 1990-an.
Prediksi peluang menang memang masih memihak Brazil: sekitar 55 persen untuk Brazil, 26 persen imbang, dan 19 persen untuk Jepang. Tapi seperti yang dibuktikan malam di Oktober 2025, angka di atas kertas tidak selalu menang melawan apa yang terjadi di lapangan.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Pasar Lega AS-Iran Hentikan Serangan
Polisi Buru Satu Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Jakarta Utara
RB Leipzig Tegaskan Yan Diomande Tidak Dijual Musim Panas Ini
Cemburu Buta, Pria Lempar Bom Molotov ke Rumah Paman Mantan Istri