Arti Jazakallah Khairan dan Adab Mengucapkannya, Doa Penuh Berkah sebagai Ungkapan Terima Kasih

- Senin, 29 Juni 2026 | 22:30 WIB
Arti Jazakallah Khairan dan Adab Mengucapkannya, Doa Penuh Berkah sebagai Ungkapan Terima Kasih

Ungkapan terima kasih dalam Islam bukan sekadar kata-kata biasa, melainkan doa yang sarat makna. Kalimat Jazakallah Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا) kini semakin populer di berbagai kalangan, termasuk anak muda, sebagai bentuk rasa syukur yang tulus. Fenomena ini membuat suasana silaturahmi terasa lebih hangat dan menenangkan hati.

Namun, di balik penggunaannya, masih sering terjadi kekeliruan dalam melafalkan kalimat ini secara lengkap. Banyak yang menyingkatnya menjadi "Jazakallah" tanpa menyadari bahwa maknanya menjadi menggantung. Lantas, apa sebenarnya arti Jazakallah Khairan?

Secara bahasa, Jazakumullah Khairan (جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا) memiliki arti yang mendalam. Kata "jazak" (جَزَاكَ) berarti 'semoga Dia (Allah) membalasmu', sedangkan "khairan" (خَيْرًا) berarti 'kebaikan'. Imbuhan "kum" (كُمْ) berfungsi sebagai bentuk jamak yang bermakna 'kalian', digunakan untuk menghormati lawan bicara atau mendoakan banyak orang. Dengan demikian, arti lengkapnya adalah 'Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan'. Menyingkatnya menjadi "Jazakallah" saja sangat tidak disarankan karena tanpa kata "khairan", kalimat tersebut hanya berarti 'Semoga Allah membalasmu' tanpa memperjelas apakah balasan yang diminta berupa kebaikan atau hal lainnya.

Hadis Penggunaan Jazakallahu Khairan

Penggunaan kalimat ini didasarkan pada tuntunan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, beliau bersabda: "Siapa pun yang diperlakukan baik oleh orang lain, lalu ia berkata kepada pelakunya: 'Jazakallahu khairan' (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا), maka ia telah memberikan pujian yang paling tinggi." (HR. At-Tirmidzi).

Melalui hadis tersebut, umat Islam diajarkan untuk selalu membalas budi dengan tulus. Ketika tidak mampu membalasnya dengan materi yang setara, doa memohonkan kebaikan dari Allah SWT adalah balasan terbaik. Hal ini selaras dengan Surat Ar-Rahman ayat 60 yang artinya "Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula."

Penggunaan dan Cara Menjawabnya

Agar tidak keliru dalam berkomunikasi, terdapat penyesuaian tata bahasa Arab berdasarkan subjek yang diajak bicara:

  • Jazakallah Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا): Ditujukan khusus untuk laki-laki tunggal
  • Jazakiillah Khairan (جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا): Ditujukan khusus untuk perempuan tunggal
  • Jazakumullah Khairan (جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا): Ditujukan untuk kelompok orang (jamak) atau sebagai bentuk penghormatan formal kepada satu orang

Ketika menerima ucapan doa ini, jawaban yang tepat dan ringkas adalah:

  • Wa Iyyaka (وَإِيَّاكَ): "dan begitu juga bagimu" (untuk laki-laki)
  • Wa Iyyaki (وَإِيَّاكِ): "dan begitu juga bagimu" (untuk perempuan)
  • Wa Iyyakum (وَإِيَّاكُمْ): "dan begitu juga bagimu" (untuk jamak/banyak orang)

Untuk versi yang lebih formal, dapat dijawab dengan kalimat "Wa antum fa jazakumullahu khayran" (وَأَنْتُمْ فَجَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا) yang berarti "Dan kalian juga, semoga Allah membalas dengan kebaikan."

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags