Presiden Prabowo Subianto mendorong agar program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan produksi kapal penangkap ikan dipercepat. Menurutnya, dua program ini punya dampak ganda yang strategis.
Pesan itu disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. "Contohnya adalah beliau minta percepatan dalam rangka pembangunan kampung-kampung nelayan dan program pembuatan kapal-kapal tangkap ikan," ujar Prasetyo, Jumat lalu.
Alasannya jelas. Di satu sisi, proyek-proyek ini bersifat padat karya dan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Di sisi lain, hasilnya diharapkan bisa membanjiri pasar dengan protein dari ikan, yang pada akhirnya meningkatkan gizi masyarakat. "Jadi beliau memang ingin sesegera mungkin," tambah Prasetyo menegaskan.
Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah membuktikan daya serapnya. Hingga saat ini, pembangunan KNMP di 65 lokasi pertama telah melibatkan 17.550 pekerja. Rata-rata, setiap lokasi menyerap sekitar 270 orang dengan beragam peran, mulai dari tukang bangunan, nelayan, hingga staf operasional.
Angka itu diprediksi bakal terus membengkak. Apalagi, nantinya akan ada pengelolaan fasilitas, logistik, serta dukungan layanan dari hulu ke hilir yang membutuhkan lebih banyak tangan.
Ini bukan cuma soal mendirikan fisik bangunan semata. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif. Targetnya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di tepi pantai sekaligus membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Rencananya, setelah 65 titik di tahap pertama ini selesai, akan langsung disusul dengan 35 titik lagi pada tahap kedua. Ambisi jangka panjangnya? Membangun hingga 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih di sepanjang pesisir Indonesia.
Dorongan Presiden untuk mempercepat program ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menangani isu ketenagakerjaan dan ketahanan pangan secara bersamaan.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan
Netanyahu Perintahkan Serangan ke Markas Hizbullah di Beirut Selatan, Warga Mulai Mengungsi
Presiden Prabowo Tanggung Pribadi Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas ke Luar Negeri