BI Ekspansi Operasi Moneter Hingga Rp 1.000 Triliun Jaga Likuiditas

- Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB
BI Ekspansi Operasi Moneter Hingga Rp 1.000 Triliun Jaga Likuiditas

Bank Indonesia (BI) terus memperkuat likuiditas dalam negeri dengan melakukan ekspansi operasi moneter hingga Rp 1.000 triliun pada akhir Juni. Langkah ini naik signifikan dari posisi Mei yang sebesar Rp 600 triliun, sebagai upaya menjaga stabilitas pasar uang dan valuta asing.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan ekspansi tersebut dilakukan melalui instrumen moneter yang dimiliki bank sentral. "Sebagai contoh untuk likuiditas di operasi moneter, kalau kita lihat di bulan akhir Mei ekspansi yang kami lakukan sekitar Rp 600 triliun, maka di akhir bulan Juni ini kami sudah melakukan ekspansi hingga Rp 1.000 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Destry, kebijakan moneter ekspansif ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatur jumlah uang beredar. "Khusus itu untuk menjaga likuiditas agar tidak terjadi gejolak harga di pasar uang dan pasar valas kita," imbuhnya.

Sebelumnya, DPR RI menggelar rapat koordinasi fiskal-moneter bersama Kementerian Keuangan dan BI. Dalam rapat itu, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai fundamental ekonomi Indonesia masih dalam kondisi baik. Namun, Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengingatkan pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai.

"Keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun kita memang menghadapi pelemahan rupiah yang lebih daripada kita. Berarti kita juga harus mewaspadai bagaimana menjaga isu confidence dan trust," kata Mari.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (29/6) pukul 12.00 WIB, nilai tukar rupiah berada di Rp 17.859 per dolar AS, menguat 63 poin atau 0,35 persen. Mari menekankan, di tengah ketidakpastian global, menjaga kestabilan makroekonomi menjadi prioritas karena faktor global sangat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags