Perjalanan bersama Toyota Veloz Hybrid EV membawa kami bertemu sosok kunci di balik kesibukan wisata Bromo. Di tengah lalu lintas jip tua yang hilir mudik menuju lautan pasir, ada Arlex Mardiyansyah, atau yang akrab disapa Ardi. Dialah Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, orang yang mengatur puluhan Toyota Hardtop legendaris itu.
Menurutnya, aktivitas wisata di sana tak cuma mengandalkan pesona alam. Semua juga bergantung pada pengelolaan di lapangan. Nah, paguyuban inilah yang jadi garda depan untuk menjaga semuanya tetap berjalan tertib.
“Untuk saya sendiri, kita sebagai Paguyuban Jip Trans Bromo saya sendiri koordinator utamanya, alias ketuanya, yang menaungi kurang lebih 70 jip,” ujar Ardi saat kami berbincang.
Intinya, paguyuban dibentuk agar puluhan armada itu tidak saling sikut berebut penumpang. Mereka punya sistem antrean yang ketat. Tujuannya sederhana: memastikan setiap pengemudi dapat giliran yang adil.
“Sistem paguyuban itu untuk mengatur flow keluar-masuk jip ketika ada orderan. Jadi kita harus antrean, urut, biar tidak satu jip itu mengangkut dua kali,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Volume Kendaraan di Tol Cipali Melonjak 167%
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat 167%, Cipali Terapkan Satu Arah