Perjalanan bersama Toyota Veloz Hybrid EV membawa kami bertemu sosok kunci di balik kesibukan wisata Bromo. Di tengah lalu lintas jip tua yang hilir mudik menuju lautan pasir, ada Arlex Mardiyansyah, atau yang akrab disapa Ardi. Dialah Ketua Paguyuban Jip Trans Bromo, orang yang mengatur puluhan Toyota Hardtop legendaris itu.
Menurutnya, aktivitas wisata di sana tak cuma mengandalkan pesona alam. Semua juga bergantung pada pengelolaan di lapangan. Nah, paguyuban inilah yang jadi garda depan untuk menjaga semuanya tetap berjalan tertib.
“Untuk saya sendiri, kita sebagai Paguyuban Jip Trans Bromo saya sendiri koordinator utamanya, alias ketuanya, yang menaungi kurang lebih 70 jip,” ujar Ardi saat kami berbincang.
Intinya, paguyuban dibentuk agar puluhan armada itu tidak saling sikut berebut penumpang. Mereka punya sistem antrean yang ketat. Tujuannya sederhana: memastikan setiap pengemudi dapat giliran yang adil.
“Sistem paguyuban itu untuk mengatur flow keluar-masuk jip ketika ada orderan. Jadi kita harus antrean, urut, biar tidak satu jip itu mengangkut dua kali,” jelasnya.
Pada hari-hari biasa, aturannya memang ketat. Satu pengemudi cuma boleh satu kali trip per hari. Tapi situasi berubah saat musim ramai tiba. Mereka diberi kelonggaran. “Sehari biasanya satu kali perjalanan, tapi kalau lagi peak season bisa dua kali,” tambah Ardi. Lumayan, kan, buat menambah penghasilan.
Soal paket wisata, paguyuban ini menawarkan tiga pilihan berdasarkan waktu. Ada paket sunrise yang dimulai jauh sebelum MURIANETWORK.COM, lalu panorama, dan yang terakhir sunset. Destinasinya sih kurang lebih sama, cuma timing-nya aja yang dibedain.
“Sunrise itu start jam 2 pagi sampai jam 10-an, lalu ada kloter panorama dengan destinasi sama tapi timing beda, dan yang terakhir sunset mulai jam 2 sore sampai maghrib,” tukasnya.
Lalu, berapa harganya? Tarifnya dibuat seragam untuk semua paket. Sekitar Rp 700 ribu per jip. Itu sudah termasuk sopir dan bahan bakar. Sedangkan untuk tiket masuk kawasan, diurus lewat reservasi online dengan harga berbeda. “Untuk tiket weekday Rp 59 ribu dan weekend Rp 79 ribu per orang, anak-anak usia 3 tahun ke atas juga sudah kena,” tutup Ardi menjelaskan.
Jadi begitulah. Di balik hamparan pasir dan mobil-mobil klasik yang fotogenik itu, ada sistem yang dijalankan dengan prinsip kebersamaan. Agar semua dapat rezeki, dan ketertiban tetap terjaga.
Artikel Terkait
Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jaga Uang Rakyat, Tak Ada Perlindungan Bagi Pelanggar Hukum
Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2025 Lampaui Target, Capai 15,39 Juta
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Suap Percepatan Eksekusi Lahan
KPK Tangkap Ketua PN Depok Terkait Suap Pengurusan Lahan Rp850 Juta