Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, berencana menjenguk tiga karyawan percetakan yang menjadi korban penyekapan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa tindakan penyiksaan terhadap buruh tidak dapat ditoleransi.
Said, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh, mendesak agar para pelaku dihukum berat. "Partai Buruh mendesak pemerintah untuk memberikan hukuman yang keras kepada orang-orang yang menyekap tiga orang pekerja di percetakan," ujarnya di Gedung Film Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Dalam kapasitasnya sebagai penasihat presiden, Said mengaku akan menengok langsung para korban. "Habis ini, saya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh akan menengok ke korban, tiga orang korban, mungkin salah satunya kami akan tengok," katanya.
Ia meminta kepolisian mengusut kasus ini secara profesional. "Ya, kita minta kepolisian bekerja secara profesional, kami yakin polisi akan bekerja sesuai aturan yang berlaku. Tidak boleh ada penyiksaan terhadap buruh atau pekerja," tegasnya.
Sebelumnya, tiga karyawan percetakan bernama Adit Saputra, M Rafly Jaelani, dan Tegar Saputra disekap selama 21 hari di kawasan Senen. Tujuh orang pelaku telah ditangkap oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
DPR Pastikan RUU Ketenagakerjaan Disusun dengan Niat Baik, Libatkan Buruh
Polemik Pajak JHT: Tarif 0% hingga 5%, Begini Ketentuannya
Kemnaker Catat 32.389 Buruh Kena PHK hingga Juni 2026, Jawa Barat Tertinggi
Pemerintah Sinyalkan Akan Tinjau Ulang Pajak JHT, Said Iqbal Batalkan Demo Buruh