Pendapatan Terusan Panama Meroket Berkat Lonjakan Lalu Lintas Kapal Akhir Krisis Selat Hormuz

- Senin, 29 Juni 2026 | 16:40 WIB
Pendapatan Terusan Panama Meroket Berkat Lonjakan Lalu Lintas Kapal Akhir Krisis Selat Hormuz

Otoritas Terusan Panama memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2026 akan melampaui target awal sebesar USD5,2 miliar atau sekitar Rp93 triliun. Optimisme ini muncul setelah penutupan Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir mendorong lebih banyak kapal untuk melintasi kanal yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik tersebut.

Menurut petinggi Otoritas Terusan Panama, Ilya Espino de Marotta, pada puncak penutupan Selat Hormuz, terusan tersebut menangani 40 hingga 41 kapal per hari. Angka ini meningkat dibandingkan kondisi normal yang biasanya hanya 34 hingga 35 kapal per hari.

"Pemesanan untuk Juni dan Juli tetap kuat," kata Espino de Marotta kepada Bloomberg.

Lonjakan lalu lintas ini didorong oleh peralihan rute kapal tanker gas alam cair (LNG) yang sebelumnya melintasi Timur Tengah. Pembeli di Jepang, China, dan Korea Selatan kini beralih ke pemasok Amerika Serikat untuk menggantikan produsen Timur Tengah yang terdampak konflik antara AS-Israel dan Iran. Kapal tanker minyak yang membawa minyak mentah AS ke Asia juga turut meningkatkan volume lalu lintas kanal.

Saat ini, kanal menangani rata-rata satu kapal tanker LNG per hari. Pemasok AS terus mengirimkan LNG ke Asia meskipun telah ada kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags