Pebalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, memilih pendekatan hati-hati pada hari pertama MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Jumat (26/6/2026). Usai mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas pertama (FP1) dan menyaksikan insiden yang menimpa adiknya, Alex Marquez, ia memutuskan untuk tidak memaksakan diri. Hasilnya, posisi keenam dalam sesi Practice sudah cukup untuk mengamankan tiket langsung ke kualifikasi kedua (Q2).
"Target saya adalah finis di 10 besar. Ketika melihat catatan waktu saya sudah cukup bagus, saya memilih tetap berada di garasi. Besok masih ada hari lain," kata Marquez.
Pebalap asal Spanyol itu mengakui bahwa lintasan legendaris di Belanda ini selalu menjadi tantangan besar bagi gaya berkendaranya. "Saya langsung sadar bahwa saya memang biasanya kesulitan di sirkuit ini. Tahun ini bahkan akan sedikit lebih sulit dibanding musim-musim sebelumnya. Jadi, targetnya sekarang adalah bertahan," ujarnya.
Karakteristik Sirkuit Assen yang sempit dan memiliki perubahan arah cepat secara beruntun menjadi alasan utama Marquez enggan memacu motornya hingga batas maksimal. "Sirkuit ini terlalu cepat, perubahan arahnya juga sangat cepat, dan lintasannya sempit. Kalau melakukan sedikit saja kesalahan, harganya bisa sangat mahal," jelasnya.
Ketidaknyamanan itu dirasakannya hampir di seluruh bagian lintasan, kecuali sektor awal. "Saya memang tidak membalap dengan nyaman, tetapi saya masih bisa melaju dengan cukup baik. Di sektor pertama saya merasa oke, tetapi di sektor dua, tiga, dan empat saya benar-benar tidak menikmatinya," kata Marquez.
Meskipun pernah meraih tiga kemenangan di kelas utama serta menyapu bersih kemenangan Sprint Race dan balapan utama musim lalu di Assen, Marquez menilai area run-off berbatu di sirkuit ini tetap berisiko tinggi. "Saya memang tidak menyukai sirkuit ini. Padahal saya pernah menang di sini. Lintasannya sangat cepat, sempit, dan area run-off dipenuhi batu kerikil yang sangat besar. Memang sesuai regulasi, tetapi... Ini tipe sirkuit yang membuat saya berharap turun hujan. Sayangnya, sepertinya itu tidak akan terjadi tahun ini. Jadi ya, kami hanya berusaha bertahan," ujarnya.
Kendati demikian, sang juara bertahan menekankan pentingnya profesionalitas untuk tetap memberikan performa terbaik dalam segala kondisi. "Layout sirkuitnya sebenarnya bagus dan saya menyukainya. Tetapi risiko yang harus diambil di sirkuit ini sangat tinggi, dan itulah yang tidak saya sukai," katanya.
Marquez menyatakan komitmennya sebagai pebalap profesional untuk menghadapi seluruh rangkaian balapan musim ini. "Pada akhirnya kami adalah pebalap profesional. Tidak mungkin menyukai semua dari 22 sirkuit, 22 akhir pekan balapan, atau 44 balapan dalam semusim. Jadi Anda harus tetap profesional dan memberikan 100 persen kemampuan. Tahun lalu saya menang di Sprint dan balapan utama di sini, dan tahun ini kami akan mencoba melakukan yang terbaik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pramono Anung: Warga Jakarta Harus Hidup Nyaman, Gampang, dan Bahagia
Polri: Markas Judol di Hayam Wuruk Tiru Pola Operasi Kamboja dan Myanmar
FCC Perluas Larangan Impor Perangkat Teknologi China, Termasuk Model Lama
PAN Resmi Lantik Uya Kuya sebagai Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio