Sesungguhnya tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami).
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.
Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.
Mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami. Sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.”
Ya'juj dan Ma'juj akan melakukan banyak kejahatan dan kekafiran saat keluar dari tempat asalnya, tetapi akan dibinasakan oleh Allah SWT bersama kaum mukmin yang dipimpin oleh Nabi Isa AS.
Saat itu, Nabi Isa AS akan berdoa kepada Allah untuk menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj, dan Allah akan mengabulkannya.
Untuk menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj, Allah SWT mengirim sejenis ulat yang disiapkan untuk menyerang leher mereka, sehingga menyebabkan kebinasaan mereka.
Mayat-mayat mereka bergelimpangan dan mengeluarkan bau busuk. Untuk membersihkan semua itu, Allah SWT kemudian mengirim burung-burung untuk mengangkuti mayat-mayatnya, serta mengirim hujan untuk membersihkan. ***
Sumber: eduhistoria
Artikel Terkait
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Denpasar, Evakuasi Warga dan Wisatawan Berlangsung