Pemerintah bersama platform Penjaga Harapan akan memproduksi film pendek berjudul Sekolah Rakyat. Film berdurasi sekitar 25 menit ini dirancang untuk menampilkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan. Proyek ini bukan sekadar produksi sinema, melainkan upaya membawa nilai-nilai program sosial negara ke ruang publik.
Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi perwakilan Kementerian Sekretariat Negara bersama tim kreatif Penjaga Harapan dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (23/6/2026). Koordinator Konten Penjaga Harapan Doni Adhitia mengatakan bahwa kerja kolaboratif ini penting untuk menghadirkan empati masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.
"Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat," kata Doni dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Agus Jabo menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa hasil produksi harus berdampak nyata.
"Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan," ujar Agus.
Kementerian Sosial membuka dukungan yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit terkait. Dalam pertemuan itu, Agus Jabo juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, bukan tujuan akhir semata.
"Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan," ujarnya.
Mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kondisi ekonomi sangat terbatas. Melalui konsep boarding school, program ini menghadirkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala zonasi maupun keterbatasan geografis.
Film yang diinisiasi melalui platform Penjaga Harapan ini dirancang sebagai medium penyampaian nilai dan pesan program kepada masyarakat luas. Cerita akan mengangkat perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang semula harus bekerja, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bersekolah.
Direktur Utama Penjaga Harapan Wildanshah menyampaikan bahwa inisiatif ini penting sebagai jembatan komunikasi kebijakan kepada publik.
"Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan," ujar Wildanshah.
Film akan diproduksi dengan durasi sekitar 25 menit. Selain itu, akan disiapkan versi singkat berdurasi 30 detik sebagai trailer untuk distribusi di berbagai kanal publik seperti videotron. Produksi direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kemensos serta komunitas film.
Mengusung pesan 'dari gelap menuju terang', film ini menitikberatkan pada harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, akses pendidikan tanpa hambatan ekonomi dan zonasi, pembentukan karakter serta keterampilan, dan peran negara dalam memuliakan masyarakat miskin.
"Film ini merupakan karya kolaboratif yang mengangkat kisah anak dari keluarga miskin ekstrem yang berjuang mengakses pendidikan. Dengan latar wilayah seperti Cariu dan sekitarnya, cerita menampilkan transformasi kehidupan seorang anak dari kondisi harus bekerja setiap hari, hingga akhirnya memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat," jelas Doni.
Hadir dalam audiensi tersebut Direktur Utama Penjaga Harapan Wildanshah, Direktur Perkumpulan Warga Muda I Putu Arya, Art Director Maulana Wedy Irkham, Sutradara Bethap Virga Kiswanata, serta Produser Kiky Malik. Produksi film ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah, sekaligus memperkuat pemahaman publik bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam pengentasan kemiskinan.
Artikel Terkait
Ayahanda Kepala Bakom RI Muhammad Qodari Meninggal Dunia
100 Ribu Petani dan Nelayan dari Seluruh Indonesia Padati Gorontalo Sambut Presiden Prabowo di Puncak PENAS XVII
Ronaldo Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia, Ukir Tiga Rekor Sekaligus
Pertamina Berlakukan Harga Baru BBM Nonsubsidi per Hari Ini, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter